Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cegah Intoleransi Dan Perundungan
Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta
Minggu, 27 Juli 2025 07:30 WIB
Sebelumnya
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan, KBC dikembangkan secara kolaboratif oleh Direktorat KSKK Madrasah sejak akhir 2024, melalui uji coba di 12 madrasah di berbagai provinsi dan 5 kali uji publik. Melibatkan pakar nasional seperti Prof. Yudi Latif, Nyai Alissa Wahid, Haidar Bagir dan Prof. Fasli Jalal.
“Kita butuh kurikulum yang menyentuh akar bukan hanya akal. Kurikulum yang membentuk empati, bukan sekadar mengisi memori,” tegasnya.
Dia juga menyoroti tantangan nyata seperti meningkatnya perundungan di sekolah, intoleransi sosial dan kerusakan lingkungan. Termasuk hilangnya jutaan hektare lahan produktif di Indonesia setiap tahun.
Baca juga : 234 Penyelenggara Pemilu Dilaporkan Tidak Profesional
Dalam konteks itu, KBC hadir untuk membentuk kesadaran ekologis dan solidaritas sosial sejak dini.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kemenag Thobib Al Asyhar meminta para guru madrasah memahami esensi Kurikulum Cinta tersebut secara tepat dan tidak memaknainya secara administratif semata.
“KBC jangan dipahami sebagai kertas kerja formal yang malah membebani guru,” kata Thobib.
Baca juga : Pemda Diminta Bentuk Satgas Terpadu Ormas
Menurut Thobib, inti dari kurikulum tersebut terletak pada kesadaran seorang guru dalam menjalankan fungsinya, yaitu menyinari, membimbing, dan menanamkan akhlak kepada murid.
Dia juga menyambut baik masukan dari para guru agar pendekatan KBC diintegrasikan dengan deep learning atau pembelajaran mendalam. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Minggu, 27 Juli 2025 dengan judul "Cegah Intoleransi Dan Perundungan, Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya