Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Manufaktur RI Perkasa Di Tengah Tekanan Global, IKI Juli Naik Jadi 52,89
Kamis, 31 Juli 2025 21:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Indonesia pada Juli 2025 tercatat meningkat menjadi 52,89, naik 1,05 poin dibandingkan Juni 2025, 51,84 dan lebih tinggi 0,49 poin dari periode yang sama tahun lalu 52,40.
Angka ini menunjukkan sektor manufaktur nasional tetap berada di jalur ekspansi, meski menghadapi tekanan ketidakpastian global dan pelemahan ekonomi di negara mitra dagang utama seperti AS, Eropa, Jepang, dan Tiongkok.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, menyebut penguatan IKI didorong oleh peningkatan seluruh variabel pembentuk indeks: pesanan naik ke 54,40, persediaan produk ke 54,99, dan produksi ke 48,99. Meskipun variabel produksi masih berada dalam fase kontraksi, kenaikan ini menandakan sinyal pemulihan.
“Kenaikan pesanan mencerminkan tumbuhnya permintaan, baik dari pasar domestik maupun ekspor, yang didukung kebijakan seperti Perpres No. 46/2025 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah,” kata Febri dalam rilis IKI di Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Pasar ekspor juga mengalami penguatan. IKI ekspor Juli mencapai 53,35, naik 1,16 poin dari bulan sebelumnya. Ini menunjukkan permintaan global terhadap produk manufaktur Indonesia masih meningkat. Sektor-sektor seperti logam dasar (4,6 miliar dolar AS), makanan (3,9 miliar dolar AS), bahan kimia (1,9 miliar dolar AS), serta komputer dan elektronik (1,08 miliar dolar AS) mencatat ekspor tertinggi pada Mei 2025.
Baca juga : Sri Mul: Stabilitas Keuangan RI Terjaga Meski Tekanan Global Meningkat
Beberapa subsektor bahkan menunjukkan pertumbuhan ekspor di atas 100 persen secara bulanan (month to month), seperti industri perhiasan dan industri pencetakan dan reproduksi media rekaman.
IKI domestik juga mencatat kenaikan ke 52,16 dari sebelumnya 51,32. “Permintaan dalam negeri tetap kuat, didorong momentum liburan sekolah dan masuknya tahun ajaran baru,” ujar Febri.
Dari kanan: Kepala Biro Hubungan Masyarakat Alexandra Arri Cahyani, Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif, dan Kepala Pusat Data dan Informasi Mohammad Ari Kurnia Taufik menyampaikan Rilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juli 2025 di Kementerian Perindustrian, Kamis (31/7).
Kemenperin menyatakan siap menyambut peluang dari kerja sama strategis Indonesia dengan Uni Eropa (IEU–CEPA) dan Amerika Serikat. Pemerintah akan mendorong pertumbuhan kawasan industri ekspor-oriented dan memfasilitasi pelaku industri untuk memanfaatkan potensi pasar baru.“Kami imbau pelaku industri, terutama pakaian, alas kaki, dan furnitur, untuk meningkatkan produksi dan kualitas. Saatnya produk Indonesia mengisi pasar AS dan Eropa,” tegas Febri.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turut meningkat ke 117,8, dan penjualan eceran tumbuh 2 persen yoy di level 233,7 pada Juni 2025. Dari 23 subsektor industri pengolahan, 22 mengalami ekspansi dengan kontribusi 99,9 persen terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas pada triwulan I-2025.
Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah: pertama, Industri Alat Angkutan Lainnya (KBLI 30) yang didorong ekspor kendaraan CBU (756.611 unit), kenaikan penjualan motor (509.326 unit), serta pesanan maritim dan kereta ke Selandia Baru.
Baca juga : Menperin: Industri Otomotif Nasional Siap Tancap Gas Di Tengah Tekanan Global
Kedua, Industri Pengolahan Tembakau (KBLI 12) yang terdongkrak lonjakan ekspor ke AS sebelum tarif Trump diberlakukan.
Sementara itu, subsektor Reparasi dan Pemasangan Mesin (KBLI 33) menjadi satu-satunya yang terkontraksi karena lesunya jasa perawatan industri otomotif dan kapal. Industri kulit dan alas kaki (KBLI 15) juga kembali ekspansi, dipicu pesanan ekspor dan investasi baru di Jawa Tengah.
Menghadapi ancaman tarif resiprokal dari AS dan tantangan komponen lokal, Kemenperin terus memperkuat proteksi industri melalui penerapan SNI dan pembatasan impor selektif. Koordinasi lintas kementerian dilakukan untuk memperkuat Peraturan Mendag Nomor 16–24 Tahun 2025, demi melindungi 19 juta tenaga kerja manufaktur.
Sebanyak 77,1 persen pelaku usaha melaporkan kondisi usaha membaik atau stabil (31,2 persen membaik, 45,9 persen stabil). Optimisme enam bulan ke depan juga meningkat dari 65,8 persen menjadi 67,6 persen, sementara pesimisme menurun dari 9,0 persen ke 7,1 persen.
Kemenperin juga menyatakan dukungan penuh terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, termasuk Makan Bergizi Gratis, ketahanan energi dan pangan, layanan kesehatan gratis, perumahan rakyat, serta penguatan koperasi lewat program Koperasi Merah Putih.
Baca juga : Muhidin Puji Menkeu, Ekonomi RI Tumbuh 5,03 Persen di Tengah Tantangan Global
Dukungan akan diwujudkan melalui hilirisasi berbasis sumber daya alam, penguatan rantai pasok hulu-hilir, pengembangan teknologi dan industri hijau, peningkatan kapasitas SDM industri.
“Dengan dukungan kebijakan dan optimisme pelaku industri, kami yakin sektor manufaktur nasional akan semakin tangguh dan kompetitif di tengah tantangan global,” tutup Febri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya