Dark/Light Mode

BP Haji Siap Bertransformasi Jadi Kementerian Haji dan Umrah

Sabtu, 23 Agustus 2025 16:07 WIB
Kepala BP Haji Mochammad Irfan Yusuf (Foto: Umam/RM)
Kepala BP Haji Mochammad Irfan Yusuf (Foto: Umam/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - DPR dan Pemerintah telah sepakat mengubah Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) menjadi Kementerian Haji dan Umrah dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haji dan Umrah yang sedang dibahas. Menanggapi hal ini, Kepala BP Haji Mochammad Irfan Yusuf menyatakan, pihak siap bertransformasi.

"Kami sami’na wa atha’na (taat dan patuh). Diperintah sebagai badan, kami siap. Diperintah sebagai kementerian, juga siap," kata pria yang akrab disapa Gus Irfan ini, di Kantor BP Haji, Jakarta, Sabtu (23/8/2025). 

Baca juga : West Ham Vs Chelsea, Berburu Kemenangan Perdana

Menurut Gus Irfan, secara prinsip telah tercapai kesepakatan mengenai perubahan kelembagaan ini. Namun, pengesahan formal masih menunggu RUU Haji da Umrah disahkan dalam Rapat Paripurna DPR.

"Jika nanti disahkan menjadi kementerian, kami bersyukur. Tapi, ini sekaligus menjadi amanah besar. Kepercayaan dari Presiden dan rakyat melalui DPR harus kami jawab dengan pelayanan terbaik bagi jamaah haji," ucapnya.

Baca juga : Ketemu Zelensky, Trump Jamin Keamanan Ukraina

Gus Irfan menjelaskan, BP Haji telah mempersiapkan diri menghadapi dua kemungkinan, tetap sebagai badan atau bertransformasi menjadi kementerian. Salah satu langkah persiapan adalah penyusunan ratusan Standar Operasional Prosedur (SOP). Mulai dari pendaftaran jemaah hingga layanan teknis lain.

"Kami sudah siapkan SOP sesuai dua skenario. Kalau tetap badan, kami jalankan SOP badan. Kalau jadi kementerian, kami jalankan SOP kementerian," terangnya.

Baca juga : Dengan BP Haji, Koordinasi dan Negosiasi Haji Diharapkan Lebih Optimal

Ia menambahkan, perubahan status kelembagaan ini akan membawa tanggung jawab yang lebih besar dalam penyelenggaraan ibadah haji.

"Semua mata akan tertuju kepada kami. Sejak awal saya tekankan kepada seluruh tim, kita tidak boleh main-main. Yang diharapkan adalah performa pelayanan terbaik bagi jamaah," pungkas Gus Irfan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.