Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
112 SPPG Ditutup, BGN Tegaskan Standar SOP Harus Ditegakkan
Selasa, 21 Oktober 2025 18:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan, sebanyak 112 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup karena melanggar standar operasional prosedur (SOP), sehingga berpotensi menimbulkan risiko keamanan pangan bagi penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ada 112 yang sudah ditutup per hari ini. Dari jumlah itu, 13 menyatakan siap dibuka kembali, tapi nanti akan kami cek ulang. Kalau SPPG yang sebelumnya bermasalah ini diberi izin buka lagi, tentu harus memenuhi sertifikasi yang telah ditetapkan," ujar Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, usai acara satu tahun capaian Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Baca juga : ABMM Tegaskan, Energi Berkelanjutan Harus Inklusif dan Menyejahterakan
Nanik menegaskan, ada tiga sertifikasi utama yang wajib dimiliki SPPG sesuai SOP pemerintah, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), dan sertifikasi halal. Selain itu, SPPG juga harus memiliki sertifikasi air bersih, dan dapur harus mengikuti petunjuk teknis.
“Masih banyak dapur yang ruang pemorsiannya belum dilengkapi pendingin. Sekarang, semua harus berpendingin, karena kalau tidak, makanan berpotensi cepat basi,” jelasnya.
Baca juga : IMX 2025 Ditutup, Bamsoet: Ajang Tunjukan Kreativitas Modifikator Kelas Dunia
Sebelumnya, hanya 35 dapur yang memiliki SLHS. Sebagian besar dapur tersebut sebelumnya adalah rumah makan atau restoran yang memang wajib bersertifikat. Namun, dengan standar baru setelah insiden keracunan, semua SPPG harus memenuhi SLHS karena ada dapur yang memasak terlalu dini atau belum mensterilkan peralatan, seperti ompreng, menggunakan steamer.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya