Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prabowo Resmikan Pabrik Hilirisasi Migas Raksasa: Bikin RI Makin Jago Olah SDA Sendiri
Jumat, 7 November 2025 12:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah kembali tancap gas menjalankan agenda hilirisasi. Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pabrik New Ethylene Project milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten. Pabrik petrokimia raksasa ini digadang-gadang sebagai yang terbesar di Asia Tenggara dan menjadi tonggak penting menuju kemandirian energi nasional. "Hari ini, Lotte, perusahaan salah satu terbesar di dunia, mungkin asetnya USD100 miliar dan mereka investasi di kita sebesar Rp65 triliun. Terima kasih, saya bangga. Mudah-mudahan Saudara di sini berhasil. Kita wajib mengamankan, menjaga semuanya karena ini membawa manfaat sangat besar bagi kepentingan seluruh rakyat Indonesia," ujar Prabowo, Kamis (6/11). Proyek yang mulai dirintis sejak 2016 itu sempat mangkrak bertahun-tahun. Namun akhirnya bisa jalan setelah berbagai hambatan lahan dan perizinan dibereskan. Kala itu, Bahlil Lahadalia yang menjabat Menteri Investasi/BKPM melakukan terobosan untuk menuntaskan persoalan tersebut. Setelah konstruksi dimulai pada 2022, pabrik kini resmi beroperasi. Investasi yang digelontorkan tidak main-main. Nilainya sekitar USD3,9 miliar atau Rp62,4 triliun. Dengan hadirnya fasilitas ini, Indonesia kembali memiliki kompleks Naphtha Cracker setelah hampir 30 tahun. Begitu beroperasi penuh, pabrik ini diproyeksikan menghasilkan 15 jenis produk petrokimia hilirisasi migas senilai sekitar USD2 miliar per tahun. Dampaknya langsung terasa pada neraca perdagangan nasional. Sekitar USD1,4 miliar di antaranya bakal menjadi substitusi impor, sementara USD600 juta sisanya berpotensi menjadi ekspor. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan, fasilitas ini akan memberi efek ganda bagi perekonomian, dari penyerapan tenaga kerja hingga memperkuat industri hilir dalam negeri. "Kalau dalam kurs sekarang sudah mencapai sekitar Rp63-64 triliun, dan menjadikannya salah satu investasi petroleum terbesar di Asia Tenggara. Jadi proyek ini terbesar di Asia Tenggara, mereka punya juga ada Lotte di Malaysia, tapi di sini yang paling besar," ujar Bahlil. Dari sisi ketenagakerjaan, proyek ini menyerap sekitar 40 ribu tenaga kerja langsung maupun tidak langsung sepanjang konstruksi hingga operasional. Kehadiran pabrik juga diharapkan menekan ketergantungan impor produk petrokimia yang selama ini masih sekitar 50 persen. Chairman LOTTE Group Shin Dong-bin menyebut proyek ini menjadi simbol eratnya hubungan ekonomi Korea Selatan dan Indonesia. "Proyek ini merupakan salah satu investasi terbesar perusahaan Korea di Indonesia, melambangkan kemitraan yang kuat antara kedua negara, serta akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat industri petrokimia Indonesia dan daya saing nasionalnya," ungkapnya. Dengan beroperasinya New Ethylene Project, Indonesia kembali menambah daftar industri hilirisasi migas terintegrasi setelah Petrochemical Complex Chandra Asri tiga dekade silam. Pemerintah berharap kekayaan alam tak lagi sekadar diekspor mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah yang mengokohkan ekonomi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya