Dark/Light Mode

Dukung Varietas Unggul, PVTPP Perkuat Digitalisasi Perizinan Benih Dari Lampung

Jumat, 14 November 2025 16:47 WIB
Kepala PVTPP Leli Nuryati bersama jajaran Pemprov Lampung membahas penguatan digitalisasi perizinan benih melalui OSS di Balai Pelatihan Pertanian Lampung. (Dok. PVTPP)
Kepala PVTPP Leli Nuryati bersama jajaran Pemprov Lampung membahas penguatan digitalisasi perizinan benih melalui OSS di Balai Pelatihan Pertanian Lampung. (Dok. PVTPP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat layanan pelepasan varietas tanaman melalui sistem Online Single Submission yang kini diperkuat dari Lampung. Daerah ini dipilih karena menjadi simpul penting produksi pangan dan pengembangan varietas unggul.

Upaya mempercepat layanan perbenihan nasional berbasis digital kembali digencarkan Kementerian Pertanian melalui Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian atau PVTPP. Penguatan ini dilakukan di Balai Pelatihan Pertanian Lampung dalam agenda koordinasi bersama pemerintah daerah.

Kepala Pusat PVTPP Leli Nuryati menilai sinergi pusat dan daerah penting untuk mempercepat pelayanan publik. Ia menekankan pentingnya kerja bersama antara lembaga teknis, perguruan tinggi, serta pelaku usaha benih.

“Kita ingin memastikan seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menghasilkan varietas unggul nasional serta memperlancar proses perizinan,” ujar Leli.

Kegiatan koordinasi ini menekankan pemanfaatan Online Single Submission atau OSS dalam proses pelepasan varietas dan perizinan benih. Sistem ini disebut sebagai bagian dari transformasi layanan publik yang lebih cepat dan akuntabel.

Baca juga : Prabowo Sayang Guru

“Transformasi digital melalui OSS adalah langkah nyata menuju tata kelola perbenihan yang lebih modern dan berdaya saing tinggi,” jelas Leli.

PVTPP menilai digitalisasi ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah. Sistem yang terintegrasi diharapkan mendorong percepatan kemandirian varietas unggul di tingkat daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Elvira Umihanni menyebut benih sebagai fondasi utama pertanian daerah. Menurutnya, regulasi perbenihan harus terus diperkuat agar ketahanan pangan tetap terjaga.

“Perkembangan perbenihan makin kompleks dari sisi perdagangan dan kebutuhan daerah sehingga sinergi pusat daerah perlu ditingkatkan,” ujar Elvira.

Lampung disebut memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional karena memiliki komoditas unggulan. Daerah ini menghasilkan padi, jagung, ubi kayu, serta komoditas hortikultura seperti jeruk, alpukat, dan pisang Cavendish.

Baca juga : CEO redBus Perkuat Komitmen Investasi Digitalisasi Operator Bus di Indonesia

Elvira menilai pengembangan varietas lokal sangat strategis untuk memperkuat ketahanan pangan. Varietas adaptif dinilai mampu menambah nilai ekonomi bagi petani.

“Kami berkomitmen menjadikan Lampung pusat pengembangan varietas unggul lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional,” tegas Elvira.

Kegiatan ini juga diisi diskusi antara pemulia, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta pelaku usaha ekspor impor benih tanaman. Diskusi menyoroti berbagai tantangan di lapangan terkait proses perizinan dan kebutuhan penyederhanaan alurnya.

Peserta diskusi meminta agar kecepatan layanan tetap diimbangi aspek kehati hatian. Hal ini dianggap penting mengingat benih menjadi faktor sensitif dalam produksi pangan dan perdagangan komoditas.

PVTPP berharap kegiatan koordinasi ini memperkuat sinergi lintas instansi di sektor perbenihan. Sinergi diperlukan agar pelepasan varietas dan perizinan benih semakin responsif terhadap kebutuhan petani dan pelaku usaha.

Baca juga : Lantik 228 Anggota TPD, DKPP Perkuat Etika Penyelenggara Pemilu

Leli menilai kolaborasi daerah menjadi kunci menuju sistem pelayanan yang lebih adaptif. Daerah disebut memiliki peran penting karena menjadi lokasi utama operasional pemuliaan dan peredaran benih.

PVTPP menilai percepatan layanan akan berdampak langsung pada inovasi varietas unggul. Inovasi ini dibutuhkan agar pertanian tetap kompetitif menghadapi perubahan iklim dan kebutuhan pasar.

Melalui kegiatan Lampung ini, pemerintah berharap fondasi layanan digital di sektor perbenihan semakin kuat. PVTPP juga menargetkan daerah lain dapat memperluas penerapan OSS sebagai standar baru pelayanan perbenihan.

Kegiatan koordinasi di Lampung ditutup dengan penyampaian rencana tindak lanjut antara pusat dan daerah. Rencana tersebut meliputi pendampingan teknis, evaluasi perizinan, dan penguatan data varietas untuk kebutuhan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.