Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menko PMK: Teknologi AI Harus Produktif dan Bebas dari Diskriminasi
Jumat, 21 November 2025 11:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) harus dikelola dengan bijak agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mencegah terjadinya diskriminasi dalam dunia kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Menko PMK saat menghadiri ILO Forum: Artificial Intelligence and Non-Discrimination in the World of Work yang diselenggarakan International Labour Organization (ILO) di FX Sudirman, Jakarta, pada Kamis (20/11/2025).
Menko PMK menjelaskan, isu AI sangat erat dengan mandat Kemenko PMK yang mencakup anak, keluarga, perempuan, kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan karakter bangsa.
“Kami di Kemenko PMK memberikan perhatian sangat serius. Kami punya gugus tugas tentang AI karena AI berpengaruh ke semua aspek yang menjadi mandat kami,” ujarnya.
Ia mengapresiasi ILO yang menggelar forum untuk membahas implikasi AI terhadap dunia kerja.
Baca juga : Mau Ke Dokter, Kakek Asal Prancis Nyasar Ke Kroasia
Menurutnya, AI membawa peluang besar bagi peningkatan produktivitas, namun juga berpotensi menggantikan sejumlah peran manusia sehingga menimbulkan risiko ketimpangan baru.
“AI bisa meningkatkan produktivitas tetapi juga bisa menggantikan peran manusia. Implikasinya bermacam-macam: antara negara maju dan berkembang berbeda, kelompok atas dan bawah berbeda, laki-laki dan perempuan pun berbeda. Ini harus kita mitigasi agar AI memberikan dampak positif dan tidak memperlebar ketimpangan atau menimbulkan diskriminasi,” tegasnya.
Menko PMK menekankan perlunya kolaborasi para ahli dan pemangku kepentingan untuk memastikan pengembangan dan penggunaan AI berlangsung secara adil dan inklusif.
Ia menyebut riset ILO tentang risiko dan pemanfaatan AI sebagai kontribusi penting yang perlu dielaborasi bersama para pakar.
“Kita butuh expert dari berbagai bidang. Riset ILO luar biasa, dan kita perlu menjabarkannya bersama ahli AI,” ungkapnya.
Baca juga : Ketimpangan Teknologi Dan Etika AI Jadi Sorotan Utama Di GTH 2025
Ia menjelaskan bahwa AI bekerja berdasarkan algoritma dan data pelatihan yang diterimanya. Karena itu, jika tidak dikelola dengan tepat, AI dapat menghasilkan bias dan diskriminasi.
“AI bekerja menurut algoritma, dari data yang ditraining kepadanya. Kita harus berhati-hati agar rekomendasi atau keputusan berbasis AI tidak menimbulkan diskriminasi. AI kini dipakai untuk rekrutmen, profiling, hingga promosi. Risikonya nyata dan harus diantisipasi,” jelasnya.
Terkait regulasi, Menko PMK mengatakan bahwa Indonesia telah memiliki arah kebijakan pengembangan AI, termasuk roadmap nasional yang dikoordinasikan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Kemenko PMK berperan memastikan kesiapan sumber daya manusia, terutama terkait pendidikan dan kesehatan, agar mampu memanfaatkan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa teknologi harus melayani manusia, bukan sebaliknya. Kemajuan AI tidak boleh menciptakan ketidaksetaraan baru.
Baca juga : Pengusaha UMKM Harus Manfaatkan Teknologi Agar Makin Kompetitif & Berdaya Saing
Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk semakin bijak dan cerdas dalam berteknologi, dengan etika dan karakter sebagai fondasi.
“Kita harus menggunakan AI secara bijak dan cerdas, memberikan manfaat untuk kemanusiaan, dan jangan menimbulkan diskriminasi,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan lembaga internasional, pemerintah, dan mitra strategis dunia kerja. Hadir ILO Country Director untuk Indonesia dan Timor-Leste, Mrs. Simrin C. Singh; perwakilan Pemerintah Kanada, Ms. Melisa Go; serta perwakilan Research Department ILO Geneva, Mr. Pawel Gmyrek.
Acara ini juga diikuti perwakilan UN Joint SDG Fund, kementerian/lembaga pemerintah, badan PBB di Indonesia, asosiasi pengusaha, serikat pekerja, mitra pembangunan, dan sektor swasta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya