Dark/Light Mode

Target Produksi 1 Juta Barel, 108 Cekungan Migas Dibuka Pemerintah

Rabu, 26 November 2025 09:55 WIB
Wakil Menteri ESDM Yuliot (dua dari kanan) di acara Grand Launching of Indonesia Oil and Gas Exploration, di Jakarta. (Dok. ESDM)
Wakil Menteri ESDM Yuliot (dua dari kanan) di acara Grand Launching of Indonesia Oil and Gas Exploration, di Jakarta. (Dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah tancap gas mengejar target besar di sektor energi: produksi 1 juta barel minyak per hari (bph) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2029. Target ambisius ini disebut menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengungkapkan besarnya peluang yang dimiliki Indonesia. Dari 128 cekungan migas yang teridentifikasi, baru 20 yang dikembangkan, sementara 108 cekungan lainnya masih menyimpan potensi besar bagi investor.

Baca juga : Advokat Apresiasi KUHAP Baru, Sebut Perlindungan Masyarakat Makin Kuat

“Pada tahun 2025 dan 2026, Pemerintah mengalokasikan anggaran yang signifikan dan memberdayakan Badan Geologi untuk melakukan survei 2D dan 3D tingkat lanjut, yang membuka jalan bagi eksplorasi untuk membuka potensi sumber daya ini. Visi bersama kita jelas, pada tahun 2029, Indonesia akan mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari, memperkuat kedaulatan energi nasional, dan mendorong pembangunan berkelanjutan,” ujar Yuliot pada Grand Launching of Indonesia Oil and Gas Exploration di Jakarta, Selasa (25/11).

Untuk menarik investor, Pemerintah sudah menyiapkan regulasi pendukung. Di antaranya, PP No. 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Permen ESDM No. 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Sebagian Wilayah Kerja. Aturan ini disebut Yuliot sebagai fondasi agar kerja sama lebih transparan dan efisien.

Baca juga : Izinkan Aku Tinggal Di Penjara

Kementerian ESDM juga menyiapkan 75 blok migas potensial di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, hingga lepas pantai. Seluruhnya siap dikembangkan melalui skema penugasan maupun lelang. “Saat ini terdapat 9 blok minyak dan gas bumi yang telah ditunjuk untuk dapat dikembangkan oleh badan usaha, serta sejumlah blok lainnya akan menyusul,” kata Yuliot.

Selain membuka peluang investasi baru, Pemerintah juga memperkuat strategi peningkatan produksi. Fokusnya ada pada identifikasi cadangan baru, penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR), waterflood, serta optimalisasi sumur-sumur tidak terpakai. Langkah-langkah ini menyasar peningkatan produksi jangka pendek hingga menengah dari wilayah kerja yang sudah eksis.

Baca juga : Pembelajaran di SMAN 72 Jakarta Sudah Pulih, Sebagian Siswa Masih Daring

“Selain meningkatkan produksi migas, Pemerintah juga tengah membangun infrastruktur, meliputi jaringan pipa transmisi dan distribusi migas dari wilayah kerja ke kawasan industri, peningkatan kapasitas kilang minyak dalam negeri, tangki penyimpanan minyak, serta peningkatan jumlah pengiriman kargo migas,” jelas Yuliot.

Momentum peluncuran program eksplorasi ini juga ditandai penandatanganan Wilayah Kerja Perkasa, yang memiliki potensi sumber daya 228 MMBO atau 1,3 TCF. Perjanjian itu mencakup bonus tanda tangan USD300 ribu dan komitmen pasti USD 2,25 juta. Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa investor melihat Indonesia sebagai pasar migas yang menjanjikan dan siap mendukung peningkatan produksi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.