Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
LAN Perkuat Kualitas Kepemimpinan ASN Lewat Rakornas PKA–PKP
Senin, 8 Desember 2025 12:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Administrasi Negara (LAN) terus berupaya memperkuat kualitas kepemimpinan Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu caranya, melalui Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP).
Dalam sambutannya di Rakornas PKA dan PKP di Graha Makarti Bhakti Nagari, ASN Corporate University, Kamis (4/12/2025), Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN) Tri Widodo Wahyu Utomo menegaskan, pelatihan kepemimpinan harus adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan tata kelola pemerintahan modern.
“Spirit yang berkembang dalam pembahasan ini adalah pelatihan aparatur tidak harus berlangsung terlalu lama. Yang penting bukan lamanya, tetapi efektivitasnya. Kta mendorong pelatihan yang lebih ringkas, relevan, dan fokus pada kompetensi yang benar-benar dibutuhkan pemimpin hari ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (8/12/2025).
Tri Widodo juga menekankan pentingnya memperluas kompetensi kepemimpinan. Instrumennya, melalui pelatihan teknis yang lebih spesifik, terutama terkait kemampuan yang semakin diperlukan dalam pengambilan keputusan modern.
Contohnya, penggunaan data analytics untuk mendukung keputusan strategis, atau kemampuan managing risk for leaders. Elemen-elemen ini belum muncul dalam pelatihan kepemimpinan yang ada, padahal sangat penting bagi seorang pemimpin.
Baca juga : Jasa Raharja Perkuat Ketahanan Risiko Lewat Transformasi Human Capital
“Forum ini merupakan wujud komitmen terhadap dampak yang harus dihasilkan dari setiap rupiah anggaran, setiap langkah, dan setiap keringat yang dicurahkan bagi kemajuan bangsa. Tidak ada artinya upaya kita tanpa menghasilkan dampak bagi bangsa. Komitmen inilah yang terus kita perkuat dan wujudkan dalam perjalanan ke depan,” tambahnya.
Tri Widodo juga menekankan bahwa setiap upaya pelatihan ASN harus berorientasi pada dampak nyata bagi publik. Proyek perubahan harus menjawab kebutuhan organisasi dan memberikan manfaat yang terukur. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana masyarakat merasakan perubahan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembelajaran Manajerial Kepemimpinan Giri Saptoaji menyoroti pentingnya peningkatan kualitas penyelenggaraan PKA dan PKP agar berjalan dengan baik.
Kata Giri, sebagai bentuk tanggung jawab menyelenggarakan dan menjamin mutu penyelenggaraan PKA dan PKP di seluruh Indonesia, LAN secara rutin melakukan evaluasi dan koordinasi dengan seluruh penyelenggara pelatihan.
Tujuannya, untuk memastikan bahwa penyelenggaraan PKA dan PKP berjalan sesuai dengan standar mutu, relevan dengan kebutuhan organisasi, serta berdampak nyata terhadap peningkatan kinerja instansi pemerintah.
Baca juga : LPCK Perkuat Praktik Hijau Untuk Masa Depan Yang Lestari
Melalui pelaksanaan Rakornas PKA dan PKP 2025, Giri berharap penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan dapat semakin berkualitas, berdampak, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan transformasi birokrasi.
“Mari kita bangun kolaborasi, kerja sama, dan gotong royong agar kita dapat menghasilkan rekomendasi yang efektif dan mampu memberikan dampak nyata bagi penyelenggaraan PKA maupun PKP di tahun 2026 dan seterusnya,” pungkasnya.
Dalam Rakornas ini, substansi terkait penyelenggaraan PKA dan PKP dibahas secara bersama. Mulai dari kendala yang paling sering muncul dalam PKA dan PKP hingga solusi dan rekomendasi yang dapat diterapkan selama berjalannya penyelenggaraan PKA dan PKP.
Hasilnya, solusi dan rekomendasi yang dapat dijalankan antara lain. Penyempurnaan kebijakan dan regulasi yang dapat dilakukan dengan pembaruan kebijakan PKA-PKP, diikuti penyusunan aturan teknis yang lebih operasional modernisasi pembelajaran berbasis digital dengan penyediaan LMS yang lebih user-friendly bagi peserta dan penyelenggara pelatihan, perbaikan sistem koordinasi dan jadwal dengan melakukan penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan.
Sebagai informasi, Rakornas PKA dan PKP kalii ini diikuti oleh berbagai lembaga pelatihan terakreditasi. Baik lembaga penyelenggara tingkat pusat, tingkat provinsi, hingga lembaga pelatihan tingkat kabupaten/kota.
Baca juga : Rais Aam Ambil Alih Kepemimpinan PBNU, Gus Yahya Rotasi Gus Ipul
Dalam acara ini terdapat talkshow interaktif bertema “Tantangan dan Strategi Peningkatan Kualitas PKA dan PKP”. Direktur Pembelajaran Manajerial Kepemimpinan Giri Saptoaji dan Direktur Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas Erfi Muthmainah menjadi narasumber, adapun moderatornya Analis Kebijakan Ahli Muda pada Direktorat Pembelajaran Manajerial Kepemimpinan Muhammad Rezky Aditya Ardiyan.
Terdapat dua poin yang dibahas secara lugas dan ringkas dalam talkshow. Yakni, overview kebijakan PKA dan PKP, serta penjaminan mutu penyelenggaraan PKA dan PKP.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya