Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gunakan Dana Dari Non APBN
Ara Siapkan 2.603 Rumah Buat Korban Banjir Sumatera
Jumat, 19 Desember 2025 07:00 WIB
Sebelumnya
Rincian lokasi yang sudah mengerucut adalah Kabupaten Tapanuli Utara 103 unit. Biaya pembangunan 103 rumah 100 persen dari dana pribadi Ara.
“Biarlah saya yang membangun rumah di Tapanuli Utara, kampung halaman saya,” ucapnya.
Selain itu, Kota Sibolga 200 unit. Pemkot menyatakan, lahan sekitar 5 hektare sudah disiapkan dan proses persetujuan daerah (termasuk DPRD) telah ditempuh untuk mempercepat pelepasan/hibah.
Kabupaten Tapanuli Tengah sekitar 100 unit. Angka ini muncul dari perhitungan kapasitas lahan yang sedang dipastikan. Termasuk opsi pemanfaatan lahan yang terkait aset Kementerian Agama dan lahan Pemda yang disiapkan.
Ketiga, Sumatera Barat 603 unit. Sisa dari total 2.603 unit, setelah dikurangi Aceh dan Sumut, adalah 603 unit untuk Sumatera Barat.
Baca juga : KUHAP Dan KUHP Baru Hadirkan Penegakan Hukum Berkeadilan
Dalam pemaparan teknis, beberapa lokasi yang sudah disurvei dan masuk daftar kesiapan awal mencakup Kota Padang 226 unit (dua lokasi Balai Gadang/Bumi Perkemahan Koto Tangah dan Lubuk Buaya dengan kapasitas total 226), Kota Padang Panjang 42 unit (Kelurahan Tanah Hitam, Padang Panjang Barat), Kabupaten Tanah Datar 34 unit (Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan), dan Kabupaten Pesisir Selatan 22 unit (Nagari Pulai-Pulai).
Di empat titik ini akan dibangun 324 unit yang sudah memiliki gambaran lokasi. Masih ada 279 unit dari porsi Sumbar (603–324) yang dalam pembahasan diarahkan untuk ditentukan menyusul. Termasuk mempertimbangkan daerah lain yang paling berat dampak sosialnya.
Dalam rapat, disebut pula bahwa beberapa titik seperti Kabupaten Agam memiliki kendala kontur (terlalu ekstrem), sehingga belum diprioritaskan pada putaran pertama. Namun tetap didorong agar dicarikan opsi lahan yang aman.
Meski pendanaan non-APBN sudah tersedia, rapat menunjukkan masalah terbesar bukan pada uang, melainkan ketersediaan lahan yang clear and clean.
Sementara lahan untuk rumah permanen harus aman dari risiko berulang (tidak banjir dan tidak longsor), memiliki alas hak yang jelas (Pemda, BUMN/BUMD, Pemerintah Pusat/BMN, atau konsesi/HGU), dekat dengan ekosistem hidup warga (sekolah, pasar, rumah sakit, tempat ibadah), kompatibel dengan tata ruang (RTRW/RDTR), dan bisa ditempuh proses hibah/pinjam pakai tanpa menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
Baca juga : Ahmad Doli Jabat Plt Ketua, Sekretaris Mengundurkan Diri
Di sinilah titik rawan muncul. Ada lokasi yang secara teknis aman, tetapi status lahannya membutuhkan proses hibah; ada yang luas, tetapi jauh dari pusat kehidupan; ada yang tersedia, tetapi berada di kawasan HGU, kebun sawit aktif, atau terkait aset kementerian yang sudah memiliki rencana program lain.
Karena itu, BPKP menekankan pendekatan paralel: pembangunan dan pengurusan legalitas lahan berjalan bersama, bukan “bangun dulu, urus belakangan”.
Pendampingan BPKP diposisikan untuk memastikan pembangunan non-APBN tetap sehat secara legal, tidak menjadi persoalan di belakang hari.
Target rumah yang dibangun bukan simbolik. Ara menegaskan, bila lahan sudah tersedia dan aspek hukum mendapat “lampu hijau”, maka groundbreaking bisa dilakukan pada Minggu, 21 Desember 2025.
Dimulai dari titik yang paling siap. Sejumlah lokasi awal siap bergerak lebih dulu, sementara lokasi lain menunggu penyelesaian lahan, RTRW, dan status hak.
Baca juga : Gerindra Berharap Dana Pendidikan Bisa Fleksibel
Dengan pola ini, Pemerintah memulai dari yang siap tanpa kehilangan fokus pada titik yang belum beres. Pesannya: pertolongan tidak boleh menunggu sempurna, tetapi juga tidak boleh ceroboh. Percepatan harus berjalan dengan pendampingan, agar warga cepat mendapatkan rumah, dan negara tidak meninggalkan beban masalah hukum di kemudian hari. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Jumat, 19 Desember 2025 dengan judul "Gunakan Dana Dari Non APBN Ara Siapkan 2.603 Rumah Buat Korban Banjir Sumatera"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya