Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan pemeriksaan virus Nipah menggunakan teknologi PCR yang serupa dengan pemeriksaan Covid-19.
Pemerintah telah menyiapkan reagen dan mendistribusikannya ke sejumlah laboratorium rujukan Kemenkes di daerah.
“Kita sudah siapkan reagen-reagennya. Jadi kalau ada orang yang dicurigai, batuk tidak sembuh-sembuh, karena ini sama-sama menyerang paru-paru, kita lakukan skrining,” kata Menkes.
Menurutnya, pemeriksaan PCR penting untuk membedakan penyebab gejala pernapasan, apakah disebabkan oleh influenza, Covid-19, atau virus Nipah.
Baca juga : Wamendagri Tekankan Kepemimpinan Berkarakter
Terkait kebijakan perbatasan, Menkes menegaskan Pemerintah belum berencana menutup akses keluar-masuk negara, sejalan dengan rekomendasi WHO yang menilai jumlah kasus virus Nipah secara global masih sangat terbatas.
Di sisi lain, Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat M. Panggabean mengatakan, berdasarkan data lalu lintas karantina, tidak terdapat pemasukan impor kelelawar hidup ke Indonesia. Selain itu, sepanjang 2025 tidak tercatat impor hewan babi hidup.
Sahat mengingatkan, jika virus Nipah masuk ke Indonesia, dampaknya sangat serius terhadap kesehatan dan perdagangan.
Mulai dari wabah di sektor peternakan, kerugian ekonomi akibat pemusnahan ternak, pembatasan ekspor produk hewan, hingga menurunnya kepercayaan mitra dagang internasional.
Baca juga : Red Notice Terbit, MRC Jadi Buronan Internasional
“Oleh karena itu, sistem karantina yang kuat menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi, perdagangan, dan kesehatan nasional,” tegas Sahat.
Untuk diketahui, virus Nipah pertama kali muncul pada 2001 dan kembali terdeteksi di India pada Januari 2026.
Hingga 26 Januari 2026, dilaporkan dua kasus terkonfirmasi tanpa kematian di Distrik North 24 Parganas, Negara Bagian West Bengal. Seluruh pasien kasus Nipah merupakan tenaga kesehatan.
Sebagai langkah pengendalian, Pemerintah India melakukan pelacakan terhadap 196 kontak erat yang teridentifikasi.
Baca juga : Diwarnai Aksi Kericuhan, Musda Golkar Sumut Berlangsung Aklamasi
Seluruh kontak tersebut menjalani pemantauan kesehatan, karantina, serta pemeriksaan lebih lanjut, dengan hasil seluruhnya dinyatakan negatif. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Senin, 2 Februari 2026 dengan judul "Virus Nipah Mengintai Masyarakat Diminta Waspada"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya