Dark/Light Mode

Zulhas Itikaf Di Ponpes Mira Institute Pandeglang

Kelola Pangan Tidak Cukup Pakai Data, Butuh Ketakwaan

Kamis, 26 Maret 2026 06:55 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kanan) bersama Pengasuh Pondok Pesantren Mira Institute Ustaz Adi Hidayat di Pandeglang, Banten, Rabu (18/3/2026). Foto: Istimewa
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kanan) bersama Pengasuh Pondok Pesantren Mira Institute Ustaz Adi Hidayat di Pandeglang, Banten, Rabu (18/3/2026). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan beritikaf selama dua malam di Pondok Pesantren (Ponpes) Mira Institute, Pandeglang, Banten, pada 16–18 Maret 2026. Dari pesantren yang diasuh Ustaz Adi Hidayat itu, tersampaikan pesan penting: urusan pangan tak cukup dikelola dengan data dan angka, tetapi juga membutuhkan ketakwaan dan kejernihan dalam memikul amanah rakyat.

Di tengah padatnya agenda negara, momen tersebut menjadi refleksi. Terlebih, posisi Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, berada di simpul koordinasi kebijakan pangan nasional sejak dilantik pada 21 Oktober 2024.

Zulhas bertanggung jawab memastikan ketersediaan pangan, stabilitas harga, serta kelancaran distribusi, terutama saat Ramadan hingga Idul Fitri.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga telah memberikan arahan agar stok pangan tetap aman dan harga bahan pokok terkendali. Instruksi itu menjadi bagian dari langkah Pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika global.

Kementerian Koordinator Bidang Pangan menilai, pendekatan dalam pengelolaan pangan tidak hanya bersifat teknokratis. Ada dimensi nilai yang harus dijaga.

Baca juga : KPK Kebut Penyidikan Kasus Kuota Haji

“Ketahanan pangan tidak hanya soal produksi dan distribusi. Ada aspek tanggung jawab moral dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” begitu pernyataan Kemenko Pangan, Rabu (25/3/2026).

Situasi global saat ini menambah tantangan. Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dan Iran turut mendorong kenaikan harga energi dunia. Dampaknya berpotensi merembet ke biaya logistik dan produksi, hingga mempengaruhi stabilitas pasokan pangan.

Gejolak global harus diantisipasi dengan kebijakan yang terukur dan terkoordinasi. Pemerintah terus memantau perkembangan untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

Di tengah tekanan tersebut, Indonesia disebut memiliki modal yang cukup kuat. Badan Pusat Statistik mencatat produksi padi 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling, naik 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya. Produksi beras untuk konsumsi juga meningkat menjadi 34,7 juta ton.

Selain itu, cadangan beras nasional dilaporkan telah mencapai sekitar 4 juta ton. Stok ini dinilai cukup untuk menopang kebutuhan hingga 324 hari.

Baca juga : Pamer Kenaikan Setoran Pajak Kendaraan, Gubernur Jabar Sindir Pengkritik Nyinyir

Kemenko Pangan menegaskan, capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.

“Pemerintah berupaya memastikan cadangan pangan tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terkendali,” tulis Kemenko Pangan.

Ke depan, Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah strategis. Perlindungan lahan sawah dari alih fungsi diperkuat di 12 provinsi seluas 2,75 juta hektare. Regulasi pendukung tengah disiapkan melalui revisi Perpres Nomor 59 Tahun 2019.

Selain itu, ditargetkan 30 ribu Koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi pada Juni 2026. Koperasi ini diharapkan menjadi penghubung antara produksi dan pasar, sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Untuk sektor perikanan, Pemerintah menyiapkan pembangunan 2.000 kampung nelayan dan 20 ribu hektare tambak guna memperkuat pasokan protein. Langkah ini bagian dari upaya membangun sistem pangan yang lebih kuat, dari hulu hingga hilir.

Baca juga : Politisi Gerindra Ingatkan Dampak Ekonomi Global

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga ketahanan pangan nasional. Tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi juga sebagai fondasi menghadapi tantangan global ke depan. BCG

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 26 Maret 2026 dengan judul "Zulhas Itikaf Di Ponpes Mira Institute Pandeglang Kelola Pangan Tidak Cukup Pakai Data, Butuh Ketakwaan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.