Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kontingen RI di UNIFIL Tewas, Indonesia Kecam Serangan Israel di Lebanon Selatan
Senin, 30 Maret 2026 10:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada tanggal 29 Maret 2026.
Insiden terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.
Baca juga : Industri Asuransi Jiwa Indonesia, Komit Pelindungan Nasabat Tetap Prioritas
Indonesia mengecam keras insiden tersebut, dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan.
"Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional. Doa dan simpati kami bersama keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang dipublikasikan via X, Senin (30/3/2026).
Baca juga : Penerbangan Melonjak, AirNav Indonesia Perkuat Kesiapan Operasional Lebaran
Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera, serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.
Kemlu RI menekankan, keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus senantiasa dihormati sepenuhnya, sesuai hukum internasional. Setiap tindakan yang membahayakan peacekepeer tidak dapat diterima. Tindakan tersebut mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas.
Baca juga : BlueBand Ajak Keluarga Indonesia Sebarkan Kebaikan di Bulan Ramadan
"Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian," tegas Kemlu RI.
"Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara seksama," pungkas pernyataan tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya