Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prabowo Genjot Elektrifikasi 100 GW, Target Pangkas Impor BBM Hingga Nol
Kamis, 9 April 2026 22:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menggenjot program elektrifikasi nasional sebesar 100 gigawatt (GW) sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi sekaligus menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).
Program ini mencakup transformasi besar sektor ketenagalistrikan, termasuk peralihan dari pembangkit berbasis diesel ke energi yang lebih bersih. Pemerintah juga merencanakan penutupan 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN.
“Program elektrifikasi 100 gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam dua tahun. Ke depan tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel atau solar,” kata Prabowo saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4).
Baca juga : Elektrifikasi Ojol Dinilai Bisa Hemat Subsidi BBM hingga Rp 15 Triliun
Menurut Prabowo, penghentian operasional PLTD akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi energi nasional. Penutupan 13 PLTD tersebut diperkirakan mampu menghemat hingga 200 ribu barel BBM per hari.
Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel BBM per hari untuk memenuhi kebutuhan domestik. Melalui program elektrifikasi ini, pemerintah menargetkan penurunan impor secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
“Dengan menutup PLTD, kita bisa menghemat langsung sekitar 20 persen. Ditambah dengan program 100 gigawatt, penghematannya akan sangat besar. Dalam 2–3 tahun ke depan, kita optimistis tidak perlu impor BBM sama sekali,” ujarnya.
Baca juga : Prabowo Bertemu Dasco & Sejumlah Menteri, Bahas Pangan, LPG Hingga Geopolitik
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang melimpah untuk mendukung transisi menuju energi bersih dan mandiri.
“Tahun depan kita akan membuat kejutan untuk dunia. Indonesia sedang bangkit—this giant is waking up,” kata Prabowo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya