Dark/Light Mode

Cairan Disinfektan Langka, Kamu Bisa Bikin Sendiri Pakai Bahan-bahan Ini

Sabtu, 21 Maret 2020 15:09 WIB
Ilustrasi cairan disinfektan. (Foto: ist)
Ilustrasi cairan disinfektan. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkanya cairan kimia disinfektan di pasaran pasca-merebaknya virus corona (Covid-19) tidak boleh dijadikan hambatan untuk terus menggalakkan upaya disinfeksi di tengah masyarakat. Virus corona harus dibunuh secara masif, supaya penyebarannya bisa ditekan.

Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Prof Arif Sumantri memberikan beberapa alternatif bahan lain yang masih mudah didapat untuk membuat cairan disinfektan. Pertama adalah campuran cuka dan salah satu jenis minyak atsiri. Bisa minyak essensial dari kayu manis, cengkeh, jeruk nipis, kemangi, dan lain-lain.

Baca juga : Kominfo Diminta Bikin Blueprint Tol Langit

Cuka, dipilih sebagai salah satu bahan pembuatan cairan disfektan karena memiliki kandungan PH yang rendah. Kadar asam asetat di dalam cuka juga bisa menghambat pertumbuhan micro organisme.

"Sementara minyak atsiri merupakan anti bakteri, anti virus dan anti jamur," jelas Arif Sumantri dalam video streaming yang diunggah BNPB Indonesia di Facebook, Sabtu (21/3).

Baca juga : 69 WNI ABK Diamond Princess Turun Dari Pesawat Satu Per Satu

Kadarnya, lanjut dia yakni 1/2 cangkir cuka dicampur dengan 1/2 gelas air. Lalu tambahkan 12 atau 24 tetes minyak essensial atau minyak atsiri. "Daun sirih itu bisa juga jadi disinfektan alami," lanjut Ketua Komite Ahli PMKL Kemenkes itu.

Hanya, ia mengingatkan, agar dosis yang digunakan sesuai, supaya tidak menimbulkan resistensi. "Kalau seandainya ada yang perlu diconfirm, itu bisa kontak masing-masing di seluruh provinsi yaitu pada Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia, dan juga ada kontak informasi bagaimana melakukan disinfektan alternatif disinfeksi di masyarakat."

Baca juga : Habiskan Rp 273,86 miliar, Konektivitas Jalan Lingkar Morotai Rampung Dikerjakan

Selain itu, cairan karbon juga bisa dipakai untuk pembuatan disinfektan. Karena mengandung hipoklorin. "Tapi harus hati-hati, karena kalau kita melakukan dengan sprayer (alat semprot) apabila tidak memakai masker itu mempunyai gangguan terhadap pernafasan," ingatnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.