Dark/Light Mode

Digitalisasi Pembelajaran Dipercepat, Muatan Lokal Dihidupkan Lewat Teknologi

Jumat, 17 April 2026 15:00 WIB
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau pembelajaran berbasis Interactive Flat Panel di SD Kanisius Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (15/4/2026).
Dok. Kemendikdasmen
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau pembelajaran berbasis Interactive Flat Panel di SD Kanisius Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (15/4/2026). Dok. Kemendikdasmen

RM.id  Rakyat Merdeka - Transformasi pendidikan mulai terasa di ruang-ruang kelas Wonogiri. Papan tulis konvensional kini berganti layar interactive flat panel. Suasana belajar jadi lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan.

Perubahan itu terlihat saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meninjau SD Katolik Kanisius Wonogiri, Rabu (15/4/2026). Ia datang bersama Bupati Wonogiri untuk memastikan kesiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekaligus melihat langsung arah pembelajaran di tingkat dasar.

Di kelas, siswa sudah terbiasa belajar dengan perangkat digital. Mulai dari login sistem ujian, kestabilan jaringan, hingga interaksi belajar berbasis layar berjalan lancar. Teknologi kini menjadi bagian utama dalam proses belajar.

“TKA memberi gambaran capaian belajar siswa. Dengan dukungan teknologi, prosesnya jadi lebih terukur dan transparan,” ujar Fajar.

Baca juga : Banten Disiapkan Jadi Pusat PMI Profesional

TKA untuk tingkat SD dijadwalkan berlangsung pada 20–30 April 2026. Pemerintah menegaskan, tes ini bukan penentu kelulusan, melainkan alat diagnosis untuk memetakan kualitas pendidikan.

Menariknya, digitalisasi di Wonogiri tidak menggeser muatan lokal. Justru sebaliknya, teknologi dipakai untuk menghidupkan kembali pembelajaran berbasis budaya.

Saat kunjungan, Fajar sempat mengikuti pelajaran Bahasa Jawa yang diajarkan lewat interactive flat panel. Materi aksara Jawa ditampilkan secara visual dan dikemas dalam bentuk permainan.

“Melalui interactive flat panel, siswa bisa belajar aksara Jawa dengan cara yang lebih menyenangkan,” kata Kepala Sekolah SD Kanisius Wonogiri Nina Christantini.

Baca juga : Tegaskan Peran Kekuatan Sosial, FKPPI Siap Tularkan Semangat Kemerdekaan

Menurut Fajar, teknologi harus memperkuat identitas lokal, bukan menggantikannya. Ia menilai pendekatan ini penting agar modernisasi pendidikan tetap berpijak pada budaya.

Selain meninjau sekolah, Fajar juga menghadiri Penguatan Forum Guru Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Wonogiri. Sekitar 300 guru hadir dalam kegiatan tersebut.

Di forum itu, Fajar menekankan pentingnya peran guru dalam transformasi pendidikan. Teknologi hanya alat, sementara kunci utama ada pada kemampuan guru merancang pembelajaran yang relevan dan membentuk karakter siswa.

Ia juga mengingatkan, pendidikan tidak berhenti pada capaian akademik. Sekolah harus menjadi ruang yang membentuk karakter dan nilai kebajikan.

Baca juga : KPK Pelajari Putusan Praperadilan Sekjen DPR, Siapkan Langkah Lanjutan

Wonogiri pun dinilai menjadi gambaran arah baru pendidikan. Digitalisasi, asesmen berbasis data, dan penguatan nilai lokal berjalan beriringan. Jika diterapkan konsisten, model ini bisa mendorong perubahan wajah pendidikan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.