Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bersinar Di Tengah Peperangan, Ekonomi RI Tahan Banting Dan Diperhitungkan Dunia
Rabu, 22 April 2026 08:00 WIB
Sebelumnya
Bagaimana dengan pasokan energi dari Rusia? Apakah Indonesia juga mengandalkan sumber tersebut?
Untuk jangka pendek, pemerintah mengandalkan strategi diversifikasi sumber energi. Artinya, pasokan tidak bergantung pada satu negara saja, tetapi berasal dari berbagai sumber. Sementara untuk jangka menengah dan panjang, kerja sama energi terus dijajaki, termasuk dengan Rusia. Namun, pendekatannya tetap terukur dan disesuaikan dengan dinamika global.
Ketegangan di berbagai kawasan memang berdampak langsung terhadap pasokan energi dan stabilitas ekonomi banyak negara. Karena itu, Indonesia memilih memperluas sumber pasokan agar risiko bisa ditekan.
Selain menjalin komunikasi dengan Rusia, Indonesia juga memiliki kerja sama energi dengan Amerika Serikat dengan nilai sekitar 15 miliar dolar AS. Langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional.
Yang utama adalah memastikan akses terhadap energi tetap terbuka. Selama akses terjaga, kondisi pasokan energi Indonesia masih relatif aman. Di tingkat global, banyak negara saat ini mendorong deeskalasi konflik. Jika ketegangan terus meningkat, dampaknya akan semakin besar terhadap ekonomi dunia, termasuk sektor energi.
Baca juga : Hari Ini Gencatan Senjata Berakhir, Amerika Serikat-Iran Masih Deadlock
Mengimpor minyak dari Rusia, seperti apa implikasi geopolitik dan dampak ekonominya bagi Indonesia?
Dari sisi geopolitik, hubungan Indonesia dengan Rusia sudah memiliki landasan kerja sama yang cukup jelas, termasuk melalui forum Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement). Kerja sama ini menjadi salah satu kanal untuk membuka akses perdagangan dan energi.
Di sisi ekonomi, pendekatan Indonesia tetap mengedepankan diversifikasi pasokan. Sumber energi tidak bertumpu pada satu negara, tetapi tersebar dari berbagai kawasan seperti Asia, Afrika, hingga Amerika. Strategi ini bersifat jangka panjang dan sangat strategis untuk menjaga stabilitas pasokan.
Prinsip utamanya adalah menjaga akses tetap terbuka. Selama akses energi tersedia dari berbagai sumber, risiko terhadap gangguan pasokan bisa ditekan. Pendekatan multisumber ini juga memberi fleksibilitas dalam menghadapi dinamika geopolitik global.
Harga BBM subsidi dipastikan tidak naik hingga akhir tahun. Bagaimana jika harga minyak dunia terus meningkat hingga 100 dolar AS per barel?
Baca juga : Perluas Penerimaan Negara, Kemenkeu Kaji Pajak Tarif Tol
Saat ini harga minyak dunia berada di bawah 97 dolar AS per barel. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi kenaikan tersebut.
Jika harga berada di kisaran 97 hingga 100 dolar AS per barel, dampaknya masih dapat dikendalikan. Selama konflik tidak berkepanjangan, kondisi tersebut relatif masih aman. Bahkan dalam skenario perang berlangsung 5 hingga 10 bulan, selama harga tetap di bawah 97 dolar AS per barel, tekanan terhadap ekonomi masih bisa dijaga.
Harga plastik terus mengalami kenaikan. Apa langkah pemerintah untuk membantu pelaku UMKM menghadapi kondisi ini?
Kenaikan harga plastik tidak lepas dari dinamika global. Industri petrokimia sangat bergantung pada harga minyak. Saat harga minyak naik, produk turunannya seperti plastik ikut terdorong. Selain itu, gangguan pasokan global juga memberi tekanan. Sejumlah negara, termasuk Korea Selatan, mengalami kendala karena ketergantungan bahan baku dari Timur Tengah. Dampaknya, harga bahan baku seperti polipropilena dan polietilena ikut meningkat.
Pemerintah merespons kondisi ini dengan menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri serta memastikan pasokan bahan baku tetap tersedia. Langkah lain yang ditempuh adalah mendorong diversifikasi sumber bahan baku dan memperkuat industri dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada impor.
Baca juga : IHSG Loyo, Rupiah Perkasa
Pemerintah menetapkan kebijakan WFH satu hari dalam sepekan. Seberapa efektif kebijakan ini dalam menghemat pengeluaran, khususnya BBM?
Upaya efisiensi energi terus dilakukan. Jika kebijakan penghematan dijalankan hingga akhir tahun, potensi penghematan anggaran diperkirakan mencapai Rp 48 hingga Rp 50 triliun. Angka ini cukup signifikan untuk menekan konsumsi energi dalam negeri.
Kebijakan WFH ini bersifat sementara dan akan terus dievaluasi. Pemerintah akan melihat perkembangan situasi global, termasuk dinamika di Timur Tengah, sebelum menentukan langkah lanjutan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya