Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenperin Sambut Seruan Presiden Prabowo Percepat Industrialisasi Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 19:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyambut positif seruan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan industrialisasi nasional agar Indonesia mampu memproduksi sendiri berbagai kebutuhan strategis, mulai dari kendaraan bermotor hingga produk elektronik.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan arahan Presiden tersebut sejalan dengan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang diinisiasi Kementerian Perindustrian untuk memperkuat struktur industri manufaktur nasional, meningkatkan nilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.
“Pidato Bapak Presiden menjadi penegasan bahwa industrialisasi adalah jalan utama untuk menuju kemandirian ekonomi nasional. Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi harus menjadi negara produsen yang memiliki kemampuan manufaktur kuat dan berdaya saing global,” kata Agus di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Menurut Agus, pengembangan industrialisasi nasional perlu diarahkan pada industri berbasis sumber daya alam yang mampu menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi.
Ia menilai kekuatan sumber daya alam Indonesia harus menjadi fondasi dalam memperkuat rantai industri nasional dari hulu hingga hilir.
Baca juga : Presiden Prabowo Sapa Massa Aksi Tani Merdeka Indonesia Dan APPSI
“Industrialisasi harus kita kembangkan berbasis sumber daya alam karena kekuatan sumber daya alam kita bisa menghasilkan produk-produk turunan yang nantinya memperkuat mata rantai industri nasional,” ujarnya.
Agus mencontohkan pengembangan industri baterai kendaraan listrik yang dinilai sangat relevan dengan posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia.
“Kalau kita bicara soal baterai, itu harusnya bisa menjadi keunggulan bagi Indonesia karena kita produsen nikel terbesar di dunia dan juga komponen otomotif lainnya yang merupakan hasil hilirisasi produk hulunya,” tuturnya.
Ia menambahkan, pernyataan Presiden terkait kemampuan Indonesia memproduksi mobil nasional sendiri dinilai dapat memperkuat optimisme dan semangat pelaku industri dalam negeri untuk bergerak lebih cepat menghadapi tantangan global.
Kementerian Perindustrian mencatat sektor industri manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Pada triwulan I 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan memberikan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 19,07 persen.
Baca juga : Sambut Hari Kebangkitan Nasional, Pemerintah Percepat PSEL Dan BBM Terbarukan
Selain itu, kontribusi sektor manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 1,03 persen, tertinggi dibandingkan sektor lainnya.
Agus menegaskan penguatan industrialisasi nasional perlu terus didorong melalui kebijakan pro-industri, termasuk peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), penguatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), hilirisasi industri, pengembangan sumber daya manusia industri, serta dukungan pembiayaan dan investasi.
“Kami mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo yang menempatkan industrialisasi sebagai prioritas pembangunan nasional. Dukungan terhadap industri manufaktur akan memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja yang lebih besar,” katanya.
Ia juga menilai arahan Presiden agar Indonesia mampu memproduksi kendaraan dan produk teknologi sendiri menjadi momentum penting untuk mempercepat penguasaan teknologi dan pengembangan ekosistem industri nasional, termasuk industri otomotif dan elektronika.
Saat ini, Indonesia telah memiliki kapasitas industri otomotif yang kuat dan menjadi basis produksi kendaraan di kawasan ASEAN. Produk otomotif buatan Indonesia juga telah menembus pasar ekspor global.
Baca juga : Kemenperin Perkuat SDM Industri Lewat Kurikulum Vokasi Terintegrasi RI-Swiss
“Kita memiliki pasar domestik besar, sumber daya manusia yang kompetitif, dan potensi investasi yang kuat. Ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi Indonesia menjadi negara industri maju,” ujar Agus.
Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan pentingnya percepatan industrialisasi nasional agar Indonesia mampu memproduksi sendiri motor, mobil, hingga televisi dengan dukungan pembiayaan pembangunan melalui Danantara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya