Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
HUT Ke-61, PGN Tingkatkan Pasokan Dan Infrastruktur Energi Nasional
Rabu, 13 Mei 2026 09:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperkuat resiliensi bisnis dan pengembangan infrastruktur gas bumi untuk mendukung ketahanan energi nasional seiring peringatan hari ulang tahun ke-61 perusahaan.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan perusahaan terus melakukan transformasi guna memastikan ketersediaan gas bumi bagi masyarakat melalui diversifikasi pasokan, penguatan infrastruktur, inovasi layanan, dan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
“Selama 61 tahun, PGN terus bertransformasi untuk memastikan gas bumi selalu hadir bagi masyarakat melalui diversifikasi pasokan, penguatan infrastruktur, inovasi layanan, dan komitmen terhadap implementasi aspek ESG,” ujar Fajriyah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Dalam setahun terakhir, PGN mencatat sejumlah langkah strategis untuk menjaga keandalan layanan dan ketahanan energi nasional. Perusahaan mengamankan pasokan gas pipa dan LNG domestik dari berbagai sumber, seperti Tangguh dan Donggi Senoro, serta membuka peluang pasokan baru dari Blok Masela, Andaman, WK Tungkal, pengembangan Coalbed Methane (CBM) di Muara Enim, hingga biomethane.
Baca juga : MT Balongan, Tulang Punggung Distribusi Energi Nasional
Penguatan pasokan juga dilakukan melalui sejumlah perjanjian strategis, antara lain penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dalam IPA Convex 2025, kerja sama swap gas West Natuna, hingga Head of Agreement (HoA) LNG Blok Masela bersama INPEX Masela.
Di sektor LNG, PGN menerima tambahan pasokan LNG domestik dan untuk pertama kalinya melakukan penerimaan kargo LNG melalui FSRU Jawa Barat. Selain itu, PGN telah menyelesaikan revitalisasi Tangki LNG Arun F-6004 berkapasitas 127.000 meter kubik yang diproyeksikan mendukung pengembangan bisnis LNG Hub untuk pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Pada Triwulan I-2026, volume penyaluran gas bumi PGN tercatat mencapai 777 BBTUD, sementara volume transmisi gas mencapai 1.539 MMSCFD.
PGN juga memperkuat posisinya sebagai pengelola lebih dari 95 persen infrastruktur gas bumi nasional dengan menambah sekitar 230 kilometer jaringan pipa baru di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga : MHE Kenalkan Teknologi Crane Pintar untuk Industri Jatim
Saat ini, PGN memiliki pangsa pasar lebih dari 91 persen dengan wilayah operasional yang mencakup 18 provinsi serta 78 kota dan kabupaten. Operasional tersebut didukung jaringan pipa gas bumi nasional sepanjang lebih dari 33.490 kilometer.
Selain layanan berbasis jaringan pipa, PGN memperluas layanan beyond pipeline melalui pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) retail untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan gas bumi.
“Ekspansi layanan CNG dilakukan di berbagai wilayah, termasuk Medan melalui pembangunan mother station CNG dan Bandung, guna memenuhi kebutuhan energi sektor industri, komersial, UMKM hingga hotel, restoran, dan kafe,” kata Fajriyah.
PGN juga memperluas pemanfaatan gas bumi untuk sektor rumah tangga yang kini telah mencapai lebih dari 820.000 sambungan rumah (SR), termasuk pengembangan jargas di kawasan hunian modern dan rumah susun Wisma Atlet Kemayoran.
Baca juga : Dirjen Dukcapil: Infrastruktur Kuat Harus Didukung SDM Andal
Di bidang tata kelola perusahaan, PGN masuk dalam daftar 50 perusahaan terbuka dengan penerapan tata kelola terbaik di ASEAN dan lima terbaik di Indonesia dalam ASEAN Corporate Governance Awards 2025. PGN juga masuk dalam daftar 500 Perusahaan Terbaik Asia-Pasifik versi Majalah TIME.
Selain fokus pada bisnis, PGN turut menjalankan program pemberdayaan masyarakat dan edukasi energi melalui berbagai kegiatan seperti Taman Jargas Nusantara, City Gas Tour 2025, Suadesa Festival, dan program ketahanan pangan padi biosaline di wilayah pesisir Jepara.
“Momentum HUT ke-61 menjadi refleksi perjalanan panjang PGN dalam menyediakan layanan gas bumi untuk Indonesia. Ke depan, PGN berkomitmen untuk terus memperkuat integrasi infrastruktur gas bumi nasional, mendukung transisi energi nasional, serta menjaga keberlanjutan bisnis guna mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi Indonesia,” ujar Fajriyah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya