Dark/Light Mode

Masuk Zona Merah Rawan Banjir, SDN 10 Linge Aceh Tengah Akan Direlokasi

Sabtu, 30 Mei 2026 11:40 WIB
Foto: Kemendikdasmen.
Foto: Kemendikdasmen.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat pemulihan dan revitalisasi sekolah-sekolah yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh.

Langkah ini dilakukan agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara optimal.

Berdasarkan hasil uji kelayakan dan mitigasi bencana, sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan berat hingga rusak total berada di kawasan yang masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko banjir berulang.

Karena alasan keselamatan, pembangunan kembali sekolah tidak dapat dilakukan di lokasi semula. Relokasi ke kawasan yang lebih aman menjadi solusi yang harus ditempuh.

Baca juga : Pigai Minta Pers Terus Kawal HAM Dan Demokrasi

Namun, proses tersebut membutuhkan lahan pengganti yang bebas dari risiko bencana serta memiliki status hukum yang jelas atau clear and clean.

Salah satu sekolah yang masih menghadapi kendala tersebut adalah SD Negeri 10 Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Kemendikdasmen bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pendidikan terus melakukan koordinasi untuk mencari lokasi baru yang aman dan layak guna pembangunan kembali ruang kelas permanen bagi sekolah tersebut.

“Saat ini proses pembangunan masih terkendala lahan relokasi sekolah. Namun demikian, kami dari Dinas Pendidikan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk segera mencari lokasi lahan agar pembangunan ruang kelas dapat direalisasikan,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Salimsyah, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Baca juga : ANTAM Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Tekanan Pasar Global

Ia berharap, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat mempercepat penyelesaian persoalan tersebut sehingga para murid SD Negeri 10 Linge dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman bencana.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemendikdasmen yang telah menunjukkan komitmen dan perhatian besar terhadap pemenuhan sarana pendidikan di daerah. Harapan kami seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga anak-anak SD Negeri 10 Linge dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan semangat meraih masa depan yang lebih baik,” kata Salimsyah.

Senada dengan itu, Kepala SD Negeri 10 Linge, Nurdinsyah Muhammad Sedim, meminta masyarakat untuk bersabar dan terus mendukung proses relokasi sekolah yang tengah berlangsung

. Menurutnya, pemindahan lokasi sekolah menjadi langkah penting untuk memastikan lingkungan belajar yang lebih aman bagi para siswa dan guru.

Baca juga : Jaga Ketahanan Pangan, PKS Aceh Dorong Qanun Lahan Pertanian

“Kami berharap masyarakat dapat bersabar dan terus mendukung proses relokasi serta pembangunan sekolah demi keamanan dan kenyamanan anak-anak dalam belajar. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas komitmen dan perhatiannya kepada SD Negeri 10 Linge,” ujar Nurdinsyah.

Sebelumnya, pada masa tanggap darurat bencana, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan pendidikan berupa paket perlengkapan belajar siswa (school kit) untuk menggantikan peralatan sekolah yang rusak akibat banjir.

Selain itu, pemerintah juga mendirikan sejumlah tenda darurat guna mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar sementara waktu.

Langkah relokasi tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar proses pendidikan di SD Negeri 10 Linge dapat berlangsung secara aman dan berkelanjutan tanpa dibayangi ancaman banjir di masa mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.