Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prabowo Ajak ASEAN Percepat Jaringan Energi Di Tengah Krisis Global
Kamis, 7 Mei 2026 20:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara ASEAN mempercepat pengembangan jaringan energi kawasan guna menghadapi tantangan ketahanan energi di tengah meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah.
Dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Cebu, Filipina, Presiden mengatakan isu ketahanan energi kini menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera direspons bersama.
“Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” ujar Prabowo sebagaimana keterangan resmi Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis (7/5/2026)
Presiden menyebut kawasan BIMP-EAGA memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan, mulai dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin hingga lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Baca juga : Airlangga Tekankan Ketahanan Energi & Pangan Hadapi Dampak Konflik Global
Menurut dia, potensi tersebut perlu segera dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan energi kawasan sekaligus mendukung transisi energi ASEAN.
“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” katanya.
Presiden juga mendorong langkah konkret untuk mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan, antara lain pengembangan tenaga air di Borneo, perluasan proyek energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.
Dalam kesempatan itu, Presiden turut memaparkan langkah Indonesia dalam mempercepat pengembangan energi surya nasional.
Baca juga : BAZNAS Dan Dubes Qatar Perkuat Sinergi Kemanusiaan Global
“Kecepatan penuh, tenaga surya 100 GW, ajak teman-teman kita, tingkatkan infrastruktur energi kita, kita memiliki potensi,” ujar Prabowo.
Selain energi, Presiden menekankan pentingnya memperkuat konektivitas subkawasan, termasuk peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi di kawasan berjalan lebih efisien.
Menurut dia, pengembangan infrastruktur energi tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, keahlian teknis, serta kemitraan yang erat dengan mitra pembangunan regional.
“Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan mitra pembangunan kita,” katanya.
Baca juga : RIāJepang Teken DCA, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Di Tengah Gejolak Global
Menutup pidatonya, Presiden menegaskan bahwa selain ketahanan energi, ketahanan pangan juga menjadi isu mendasar yang harus menjadi perhatian bersama negara-negara BIMP-EAGA guna menjaga kesejahteraan masyarakat kawasan.
Dari Cebu, Presiden menyampaikan bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kemampuan kawasan menjaga ketahanan energi, pangan, dan stabilitas masyarakat di tengah dinamika global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya