Dark/Light Mode

Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Kucurkan Stimulus 26,34 Triliun

Rabu, 24 Juni 2026 07:50 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

 Sebelumnya 
Kebijakan ketujuh adalah melanjutkan bantuan beras 10 kilogram bagi 33,24 juta penerima selama tiga bulan : Juli, Agustus, dan September. Anggaran program ini diperkirakan mencapai Rp 17,54 triliun di luar biaya operasional. 

Kebijakan kedelapan berupa bantuan Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) kedelai. Bantuan diberikan kepada pengrajin tahu dan tempe sebesar maksimal Rp 2 ribu per kilogram dengan kuota tahap pertama mencapai 250 ribu ton. Program tersebut berlaku di daerah yang harga kedelainya berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) dengan anggaran Rp 500 miliar. 

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan pemerintah tengah menyiapkan pelaksanaan programprogram tersebut secara matang agar berjalan efektif dan tepat sasaran. "Tentu langkah yang sudah dan sedang kami lakukan adalah menyiapkan program dengan sebaik-baiknya," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026). 

Selain program vokasi, pemerintah juga melanjutkan Program Magang Nasional (MagangHub) yang memasuki angkatan kedua pada 2026 dengan target 150 ribu peserta sepanjang tahun. Yassierli mengatakan, pelaksanaan tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan program, terutama terkait distribusi peserta dan penempatan bidang kerja. 

Baca juga : Roy Suryo & Tifa Tak Ditahan Jaksa, Jokowi: Kita Harus Hargai

Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 Program Magang Nasional telah diikuti 102,6 ribu peserta dengan dukungan 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Peserta program magang tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mendapatkan uang saku setara upah minimum, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), serta pendampingan mentor dari perusahaan. 

Selain itu, peserta juga memperoleh sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pada angkatan kedua, sertifikasi tersebut akan diintegrasikan langsung dalam program dan tidak lagi bersifat opsional. 

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai, paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun merupakan langkah tepat dan konstruktif dari pemerintah. Stimulus dan intensif itu, efektif menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. 

Menurutnya, komposisi stimulus yang berfokus pada bantuan pangan, insentif transportasi, serta program magang dan vokasi menunjukkan bahwa pemerintah memahami tantangan utama perekonomian saat ini, yakni menjaga konsumsi rumah tangga dan memperkuat pasar tenaga kerja. 

Baca juga : Skotlandia Vs Brazil, Laga Hidup-Mati Bagi Tartan Army

"Dalam situasi ketidakpastian global yang masih tinggi, menjaga daya beli masyarakat menjadi sangat penting karena konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Fakhrul kepada Rakyat Merdeka, Selasa (22/6/2026). 

Ia menilai bantuan pangan bagi kelompok rentan akan memberikan dampak langsung terhadap konsumsi masyarakat berpendapatan rendah. Sementara program magang dan vokasi dapat membantu kelompok yang terdampak perlambatan aktivitas ekonomi dan perubahan struktur pasar tenaga kerja. 

Meski demikian, Fakhrul mengingatkan bahwa stimulus fiskal pada dasarnya hanya berfungsi menjaga momentum ekonomi dalam jangka pendek. Ini tidak dapat menjadi satu-satunya sumber pertumbuhan ekonomi nasional. 

Ia mengakui stimulus dapat membantu menjaga pertumbuhan dalam beberapa kuartal ke depan, tetapi pada akhirnya kebijakan tersebut hanya membeli waktu. 

Baca juga : Kejagung Tolak JC Sony Sonjaya

"Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tetap membutuhkan investasi, penciptaan lapangan kerja produktif, dan peningkatan produktivitas nasional," jelasnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.