Dark/Light Mode

Luncurkan Program Bilingual Tuli, Wamen Fajar: Semua Anak Berhak Belajar

Selasa, 30 Juni 2026 19:59 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meluncurkan Program Pendidikan Bilingual untuk Tuli di Jakarta, Selasa (30/6/2026). Dok. Kemendikdasmen
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meluncurkan Program Pendidikan Bilingual untuk Tuli di Jakarta, Selasa (30/6/2026). Dok. Kemendikdasmen

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan setiap anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu tanpa terkecuali. Karena itu, pendidikan inklusif harus menjadi bagian utama dalam sistem pendidikan nasional, bukan sekadar kebijakan afirmatif bagi anak penyandang disabilitas.

Hal tersebut disampaikan Fajar saat meluncurkan Program Pendidikan Bilingual untuk Tuli dan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Pijar Foundation di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurut Fajar, pendidikan inklusif tidak lagi cukup dimaknai sebagai upaya membuka akses sekolah bagi anak penyandang disabilitas. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh sistem pendidikan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan setiap peserta didik.

"Memberikan pelayanan pendidikan inklusif bukan sekadar afirmasi atau tambahan. Pendidikan inklusif harus terintegrasi di dalam ekosistem pendidikan nasional," ujar Fajar.

Baca juga : Liburan dan Tahun Ajaran Baru Bersamaan, Begini Atur Keuangan

Ia mengatakan, visi "Pendidikan Bermutu untuk Semua" harus diwujudkan melalui kebijakan, kurikulum, tata kelola, hingga proses pembelajaran yang mampu menjangkau seluruh peserta didik tanpa membedakan kondisi fisik, sensorik, intelektual, sosial, maupun psikologis.

Data Kemendikdasmen menunjukkan, hingga 29 Juni 2026 terdapat 381.528 peserta didik penyandang disabilitas yang mengikuti pendidikan di Indonesia. Sebanyak 217.378 peserta didik belajar di sekolah reguler penyelenggara pendidikan inklusif, sedangkan 164.150 lainnya menempuh pendidikan di lebih dari 2.400 Sekolah Luar Biasa (SLB).

Fajar menilai, meningkatnya jumlah peserta didik penyandang disabilitas di sekolah reguler menunjukkan pendidikan Indonesia mulai bergerak menuju sistem yang lebih inklusif. Namun, perluasan akses saja belum cukup.

"Yang kita bangun bukan hanya sekolahnya, tetapi juga budaya belajar yang menghargai setiap anak. Sekolah yang baik adalah sekolah yang membuat semua peserta didik merasa diterima, dihargai, dan memperoleh kesempatan berkembang," katanya.

Baca juga : Kementan Perkuat Pengawalan Sentra Pangan Merauke

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru. Menurutnya, kemampuan pedagogik inklusif harus menjadi bekal dasar seluruh calon guru sejak menempuh pendidikan di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), sehingga mereka siap mengajar peserta didik dengan latar belakang dan kebutuhan belajar yang beragam.

Peluncuran Program Pendidikan Bilingual untuk Tuli, lanjut Fajar, merupakan salah satu langkah nyata memperkuat layanan pendidikan inklusif. Program tersebut mengembangkan model pembelajaran bilingual berbasis Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) sekaligus membentuk Akademi Guru Pendidikan Tuli untuk meningkatkan kapasitas guru agar layanan pendidikan bagi peserta didik tuli semakin berkualitas dan dapat diterapkan di berbagai daerah.

"Kolaborasi ini adalah wujud nyata partisipasi semesta untuk memastikan pendidikan bermutu untuk semua," ujarnya.

Fajar menegaskan, transformasi pendidikan inklusif tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Kolaborasi dengan dunia filantropi, komunitas disabilitas, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi kunci agar setiap anak memperoleh hak yang sama dalam mengenyam pendidikan.

Baca juga : Ucapkan Selamat Idul Adha, Menag: Semangat Kurban Energi Kebersamaan

"Setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk belajar, bermimpi, dan meraih masa depan terbaiknya. Tidak boleh ada satu pun yang tertinggal," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.