Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Emas Dinilai Makin Strategis di Tengah Gejolak Geopolitik Global
Sabtu, 11 Juli 2026 16:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Emas dinilai semakin berperan sebagai aset strategis dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Pandangan ini mengemuka seiring sejumlah perkembangan yang terjadi dalam waktu berdekatan, mulai dari forum geopolitik internasional, temuan cadangan emas di Papua, hingga kajian strategis di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.
Pengamat ketahanan nasional dan kebijakan publik Aulia Djatnika menilai, ketiga peristiwa tersebut menunjukkan bahwa emas tidak lagi dipandang sekadar sebagai instrumen investasi atau safe haven, melainkan telah menjadi bagian penting dalam strategi ekonomi dan ketahanan negara.
"Emas bukan lagi isu pinggiran dalam diskursus ketahanan dan ekonomi nasional. Ia layak mendapat tempat dalam perumusan kebijakan, baik terkait pengelolaan cadangan devisa, tata kelola pertambangan, maupun strategi Indonesia menghadapi dinamika geopolitik global," kata Aulia dalam kajian yang diterima, Sabtu (11/7/2026).
Baca juga : Transformasi Digital, AI Jadi Kompetensi Strategis Dunia Bisnis
Aulia menyoroti paparan Head of Asia-Pacific sekaligus Global Head of Central Banks World Gold Council (WGC), Shaokai Fan, dalam Jakarta Geopolitical Forum (JGF) X/2026 yang digelar Lemhannas RI pada 9 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, Shaokai Fan menyampaikan bahwa bank-bank sentral di berbagai negara terus meningkatkan pembelian emas sejak 2010, dengan lonjakan signifikan sejak 2022.
Berdasarkan survei WGC, mayoritas bank sentral juga memperkirakan porsi emas dalam cadangan devisa akan meningkat dalam lima tahun ke depan, sementara porsi dolar Amerika Serikat diproyeksikan menurun.
Masih pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya temuan cadangan emas dan mineral dalam jumlah besar di Papua berdasarkan hasil ekspedisi yang dipimpin Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi serta didukung TNI.
Baca juga : TNI-Polri Jaga Ketahanan Pangan: Langkah Strategis Hadapi Geopolitik Global
Menurut Presiden, temuan tersebut menjadi modal penting bagi masa depan ekonomi Indonesia, sepanjang pengelolaannya dilakukan secara baik dan disertai upaya pemberantasan korupsi serta penyelundupan.
Selain itu, Aulia juga menyoroti penghargaan Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (TASKAP) terbaik pada Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX Lemhannas RI yang diberikan kepada Kombes Sonny Marisi Nugroho Tampubolon.
Karya tersebut mengangkat pentingnya penguatan regulasi pertambangan emas rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara pemilik cadangan emas terbesar di dunia.
Menurut Aulia, terpilihnya kajian tersebut sebagai karya terbaik melalui proses penilaian yang ketat menjadi sinyal bahwa komunitas strategis nasional telah lebih dahulu membaca pentingnya isu emas dalam konteks ketahanan nasional.
Baca juga : Prabowo: Indonesia Pilih Jalan Kemandirian di Tengah Gejolak Global
Ia menilai, ketiga perkembangan tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara tren global, potensi sumber daya alam Indonesia, dan pemikiran strategis nasional.
Karena itu, Aulia menilai pemerintah perlu segera melakukan pembenahan tata kelola sektor emas melalui penyusunan regulasi yang lebih spesifik.
Ia mengusulkan pembentukan undang-undang khusus pertambangan emas, peningkatan peran masyarakat adat dan penambang rakyat dalam pengelolaan wilayah tambang, serta penguatan sistem sertifikasi emas nasional guna meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian.
"Momentum ini harus dimanfaatkan agar potensi cadangan emas Indonesia tidak hanya besar di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global," tutup Aulia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya