Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Program B50 Dinilai Perkuat Swasembada Energi dan Tekan Impor BBM
- S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat
- Igor Tolic Ungkap Alasan Pilih Gabriel Mutombo Jadi Benteng Baru Persib
- Resmi, Lilipaly Berseragam Semen Padang FC
- Piala AFF 2026, Marc Klok Bidik Prestasi Bersama Timnas Indonesia
Dishub DKI Kawinkan CCTV Dengan Speaker
Pemotor Langgar Aturan Langsung Kena Semprot
Kamis, 16 Juli 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - “Munduran… Cakep! Abang-abang pakai jaket, ibu-ibu makin berani lu, makin maju. Tuh kan kasian orang-orang yang jalan kaki jadi ngalah. Makanya berhenti di garis yang sudah seharusnya…”
Kalimat yang dilontarkan wanita berlogat Betawi itu, terdengar dari pengeras suara yang dipasang di Persimpangan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Peringatan tersebut ditujukan kepada pengendara yang dari arah Jalan KH Wahid Hasyim, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebab, banyak pengendara, terutama sepeda motor yang berhenti di zebra cross, saat lampu merah.
Kondisi tersebut jelas membuat pejalan kaki yang hendak menyeberang kesulitan melintas. Nah, untuk memperingati pengendara “bandel” serta meningkatkan disiplin dan keselamatan pengguna jalan, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meluncurkan program Closed Circuit Television (CCTV) Jakarta Takeover.
Program yang mulai diterapkan pada Rabu (8/7/2026) ini, memanfaatkan CCTV terintegrasi pengeras suara, untuk menyampaikan imbauan hingga teguran langsung kepada pengguna jalan.
Baca juga : Vikings Disambut Bagai Pahlawan
Saat ini, fasilitas pengeras suara telah terpasang di enam simpang lalu lintas, yakni Harmoni, Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah, Bundaran Senayan, dan Simpang Millenium. Pada tahap awal, program ini diterapkan di tiga simpang lalu lintas. Yakni Simpang Millenium, Bank Indonesia, dan Sarinah.
Dishub DKI Jakarta juga menggandeng Anastasia Putri atau Mpok Caca serta komika Yudhabrajamusti atau Bang Yudhabrajamusti untuk menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
Melalui pengeras suara, pengguna jalan diingatkan untuk mematuhi lampu lalu lintas, berhenti di belakang garis henti, tidak memasuki area zebra cross, mengutamakan pejalan kaki yang akan menyeberang, menggunakan helm dan sabuk pengaman, serta tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara. Pengendara yang melakukan pelanggaran juga akan mendapat teguran secara langsung.
Program ini diterapkan pada jam sibuk pagi dan sore. Pantauan Rakyat Merdeka pada Senin (13/7/2026), sekitar pukul 16.30 WIB, program ini sudah diterapkan di simpang Sarinah.
Sayangnya, suara Mpok Caca dan Bang Yudhabrajamusti yang silih berganti memberi peringatan, terdengar kurang jelas. Suara tidak bulat, pecah. Sehingga, kurang tertangkap apa yang dikatakan keduanya. Suara peringatan tersebut malah bikin suasana jadi tambah bising.
Baca juga : Maroko Tuan Rumah Piala Dunia 2030, Atlas Lions Muda Tempa Mental Juara
Selain itu, peringatannya juga tidak konstan. Banyak diam. Padahal, saat itu banyak pengendara yang berhenti di zebra cross dan pejalan kaki hendak menyeberang.
Sekretaris Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta Justin Adrian Untayana menilai, budaya tertib berlalu lintas harusnya ditanam sejak dini dalam benak pikiran masyarakat Jakarta, mulai dari sekolah.
CCTV Jakarta Takeover, menurutnya, merupakan hal yang bagus. Meskipun, Jakarta sebenarnya tertinggal dari Bandung yang sudah menerapkannya dari jauh-jauh hari.
Menurut Justin, kebiasaan buruk sebagian warga Jakarta yang tidak tertib berlalu lintas, sudah menjadi masalah mengakar. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus berusaha mencabut akar tersebut, dan menanam kebiasaan baru masyarakat, agar bisa tertib berlalu lintas.
“Kalau berhenti di situ, program ini akan berakhir menjadi gimmick yang tidak efektif untuk menghapus kebiasaan buruk di jalanan. Perlu solusi-solusi lain yang lebih substantif untuk menumbuhkan budaya tertib berkendara di jalanan,” katanya, Senin (13/7/2026).
Baca juga : Australia Perkuat Kerja Sama Ekonomi Dan Toleransi Agama
Salah satunya, Justin mengusulkan agar Dishub DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta untuk menggencarkan sosialisasi pola berkendara yang tertib di sekolah-sekolah.
“Dishub juga harus mendatangi sekolah-sekolah untuk mengajarkan anak-anak, bagaimana caranya berkendara dengan tertib. Khususnya di Sekolah Menengah Atas yang para siswanya sebentar lagi bisa mengajukan kepemilikan Surat Izin Mengemudi,” usulnya.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, program CCTV Jakarta Takeover menjadi yang pertama di Jakarta, dengan memanfaatkan speaker di simpang lalu lintas, sebagai media edukasi keselamatan yang melibatkan kolaborator.
“Harapannya, cara ini dapat meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk lebih disiplin, dan menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebiasaan bersama,” ucap Budi.
Budi mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya disiplin berlalu lintas melalui pendekatan yang lebih dekat, kreatif, dan relevan dengan masyarakat. [DRS/RGS-Magang]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya