Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kembali Dipercaya Pimpin Demokrat Sumbar
Mulyadi Bertekad Kembalikan Kejayaan Partai Di Pemilu 2029
Selasa, 28 Juli 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Mulyadi, kembali dipercaya untuk memimpin Demokrat Sumbar periode 2026-2031. Dia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Demokrat Sumbar, di Hotel Mercure Padang, Jumat (24/7/ 2026) malam.
Mulyadi merupakan politisi senior Demokrat, yang telah berpengalaman sebagai anggota DPR selama empat periode, yakni 2009-2014, 2014-2019, 2019-2024, dan periode 2024-2029. Terpilihnya Mulyadi secara aklamasi menunjukkan soliditas dan kekompakan internal di Provinsi Sumbar.
Sebab, seluruh pemilik hak suara, yang terdiri dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC), organisasi sayap, serta unsur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat, sepakat Kembali memberikan dukungan kepada anggota Fraksi Demokrat di DPR itu.
Baca juga : Dari Anjungan Tua Attaka, Jaga Migas Tetap Menyala
Mulyadi menyatakan, dirinya berterimakasih atas apresiasi dan dukungan yang diberikan. Namun, dia menilai, amanah itu bukan hanya tanggung jawab pribadi, tapi tanggung jawab seluruh kader Demokrat di Ranah Minang.
“Ini amanah bagi seluruh keluarga besar Partai Demokrat Sumbar. Saya mengajak seluruh kader menjaga persatuan, memperkuat konsolidasi organisasi, serta bekerja nyata demi kepentingan masyarakat dan kemajuan Sumatera Barat,” ujarnya, di Padang, Sumbar, dikutip Senin (27/7/2028).
Mulyadi menjelaskan, kepengurusan Demokrat Sumbar periode mendatang, akan difokuskan pada penguatan struktur organisasi sehingga tingkat ranting, peningkatan kapasitas kader, serta memperluas kehadiran partai melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Baca juga : Pemprov Tolong Kebut Perbaikan Jalan Rusak
Dia menegaskan, Demokrat Sumbar tak sekadar ingin menjadi peserta kontestasi demokrasi, tapi menjadi pemenang pada Pemilu 2029. Sebab itu, pihaknya mempercepat langkah konsolidasi internal, agar tidak tertinggal dari partai lain yang lebih dahulu mengonsolidasikan kekuatan.
“Musyawarah Daerah (Musda) bukan sekadar agenda lima tahunan organisasi. Musda adalah ruang untuk bercermin, mengevaluasi kekurangan, mensyukuri keberhasilan, dan menyusun langkah baru menuju masa depan yang lebih baik,” terangnya.
Lebih lanjut, Mulyadi mengajak seluruh kader menghilangkan sekat-sekat internal dan bergerak dalam satu komando, untuk menghadapi pertarungan politik ke depan. “Rapatkan barisan, tidak ada lagi kelompok-kelompok kecil. Yang ada hanya satu identitas, satu tujuan, dan satu perjuangan, Partai Demokrat,” tegasnya.
Baca juga : Pirlo Tersangkut Sponsor Judi Rusia, Italia Terpaksa Pilih “Plan D”
Dia juga menyoroti perolehan suara dan kursi Dewan di Pemilu 2024. Mulyadi meminta, penurunan perolehan suara dan kursi Dewan di Pemilu 2024, termasuk kehilangan satu kursi DPR di Sumbar, dijadikan pelajaran untuk bangkit lebih kuat. “Kekalahan bukan akhir perjalanan. Kekalahan hanya jeda untuk belajar. Yang berbahaya bukan kekalahan, tapi ketika kita berhenti belajar dan berhenti bekerja,” imbuhnya.
Mulyadi optimistis, Demokrat masih memiliki modal politik yang besar, karena memiliki lima kepala daerah dan satu wakil kepala daerah dari kader di Provinsi Sumbar. Menurut dia, modal tersebut akan menjadi fondasi untuk mengembalikan kejayaan partai di Pemilu 2029. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya