Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia dan 7 Negara Kompak Tekan Israel, Dorong Sanksi Atas Permukiman E1
- Andalkan Sayap Macarena, McLaren Incar Hattrick Di Sirkuit Zandvoort
- Hanura Bidik Generasi Muda, Angkat Isu Lapangan Kerja
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Kasatgas Tito Kawal Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera
Sabtu, 22 Agustus 2026 15:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera terus dikebut. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera meminta kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) memastikan seluruh program yang telah direncanakan segera berjalan.
Penegasan tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Internal terkait Update Data Bencana Sumatera di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Dalam rapat itu, Tito mengevaluasi perkembangan penyaluran anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon), sekaligus mendorong percepatan pencairan anggaran bagi sejumlah K/L yang masih dalam proses.
Tito menyebut sejumlah K/L telah menerima anggaran dan mulai bergerak. Di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial.
Baca juga : Safrizal ZA, dari Penanganan Bencana Banjir Sumatera ke Bencana Gempa Flores
“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini di sana itu jelas, nomor satu adalah masalah jalan. Jalan-jalan yang rusak, jembatan rusak. Saya bersyukur bahwa Menteri PU sudah turun anggarannya,” ujar Tito.
Selain infrastruktur, Tito menyoroti kebutuhan pemulihan sekolah, lahan pertanian, bantuan sosial, tambak dan usaha perikanan, madrasah, pesantren, serta rumah ibadah.
Ia juga meminta perhatian terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang banyak terdampak akibat kerusakan warung maupun unit usaha.
Untuk anggaran yang telah tersedia, Tito meminta jajaran Satgas memastikan pelaksanaan program tidak ditunda.
Baca juga : Mendagri dan Menteri PKP Bahas Rekonstruksi Rumah Terdampak Gempa NTT
Sementara bagi anggaran yang masih dalam proses, pihak terkait diminta berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar dapat segera disalurkan.
Tito juga meminta Satgas melakukan pemantauan langsung ke daerah secara berkala. Selain mengecek pelaksanaan pekerjaan rehab-rekon, Satgas diminta mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan, termasuk kebutuhan masyarakat yang belum masuk dalam program awal.
Menurut Tito, pemantauan juga perlu dilakukan terhadap realisasi tambahan anggaran yang telah diberikan kepada Pemda. Dana tersebut harus benar-benar dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
“Jadi selain pusat juga bekerja K/L yang sudah turun, daerah yang sudah dapat uang ini juga bergerak,” ujarnya.
Baca juga : Mendagri Tito Tinjau Pelabuhan Laurentius Say Pascagempa NTT
Tito menegaskan, percepatan rehab-rekon harus terus dikawal, baik di tingkat K/L maupun Pemda. Dengan demikian, anggaran yang telah dialokasikan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya