Dark/Light Mode

BNSP Sambut LSP MPI, Dorong Profesionalisme Kepala Madrasah

Selasa, 25 Agustus 2026 13:00 WIB
Foto: BNSP.
Foto: BNSP.

RM.id  Rakyat Merdeka - Penguatan profesionalisme pengelola lembaga pendidikan Islam dinilai menjadi salah satu kunci peningkatan mutu madrasah.

Karena itu, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyambut positif lahirnya Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Pendidikan Islam (LSP MPI) sebagai langkah strategis memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan Islam.

Komisioner BNSP Dr. Muhammad Nur Hayid berharap, LSP MPI dapat memberikan sertifikasi dan uji kompetensi bagi para pengelola serta pemimpin lembaga pendidikan Islam, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga perguruan tinggi agama Islam.

Alhamdulillah dengan adanya LSP MPI ini, kami berharap penguatan SDM pada tata kelola madrasah, khususnya para pemimpin madrasah dari tingkat MI hingga perguruan tinggi, bisa menjadi lebih baik,” kata Gus Hayid, sapaan akrab Muhammad Nur Hayid, Selasa (25/8/2026).

Menurut dia, SDM yang kompeten dan profesional akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan Islam.

Baca juga : Sertifikasi dan Profesionalisme Mubalig

Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah sekaligus mendorong lahirnya peserta didik yang berkualitas, kompeten, dan profesional.

Gus Hayid juga meminta LSP MPI menjaga profesionalisme dalam setiap proses sertifikasi dan uji kompetensi.

Direktur, jajaran personel, Dewan Pengarah, hingga asesor diminta memastikan pelaksanaan sertifikasi berjalan sesuai kode etik, standar operasional prosedur (SOP), serta sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan.

“Dengan disiplin mengawal proses sertifikasi dan uji kompetensi sesuai SOP dan penjaminan mutu, kami berharap setiap orang yang mendapatkan sertifikasi kompetensi, kepala madrasah dari MI hingga perguruan tinggi, betul-betul bisa menjaga amanah profesionalismenya,” ujarnya.

Ia menegaskan, sertifikasi tidak boleh sekadar menjadi dokumen administratif. Pengakuan kompetensi harus memberikan dampak nyata terhadap perbaikan tata kelola dan mutu layanan pendidikan Islam.

Baca juga : Pengamat Dorong Hukuman Setimpal bagi Eks Jampidsus Jika Terbukti Bersalah

“Saya berharap Ketua Dewan Pengarah dan jajaran Dewan Pengarah, Direktur LSP dan jajaran personel LSP betul-betul menjaga profesionalisme dalam kerja dan mengawal kode etik dengan sungguh-sungguh,” pinta Gus Hayid.

Sebelumnya, LSP MPI telah menjalani proses witness atau penyaksian uji oleh BNSP pada Sabtu (22/8/2026).

Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam proses menuju lisensi sebagai lembaga penyelenggara sertifikasi kompetensi profesi di bidang manajemen pendidikan Islam.

Dalam proses witness, LSP MPI menunjukkan kesiapan kelembagaan, kompetensi asesor, perangkat asesmen, hingga tata kelola pelaksanaan sertifikasi.

Seluruh proses diuji untuk memastikan penyelenggaraan sertifikasi berjalan profesional, objektif, transparan, dan akuntabel sesuai standar BNSP.

Baca juga : Respons Dinamika Hukum, KEMAKI Ajak Kejati Jatim Perkuat Profesionalitas

Direktur LSP MPI Prof. Dr. H. Badrudin bersyukur proses witness berjalan lancar. Dia menegaskan, tahapan tersebut bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan pembuktian atas komitmen LSP MPI untuk menghadirkan sertifikasi kompetensi yang kredibel dan bermutu.

“Kami ingin LSP MPI bukan hanya hadir sebagai lembaga sertifikasi, tetapi menjadi bagian dari gerakan nasional membangun profesionalisme manajemen pendidikan Islam,” kata Prof. Badrudin.

Gus Hayid turut mengapresiasi langkah penguatan SDM di lingkungan Kementerian Agama. Dia berharap, pengembangan pengakuan kompetensi melalui sertifikasi terus diperluas ke berbagai profesi di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

“Sebagaimana MOU yang sudah kami tandatangani antara BNSP dan Kementerian Agama, kami berharap Pak Menteri Agama melalui Dirjen Pendis Prof. Amin Suyitno untuk terus mengawal dan mengembangkan komitmen layanan sertifikasi pada semua profesi di bawah Kementerian Agama,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.