Dark/Light Mode

BGN Coret 1.653 Sekolah Dari Daftar Penerima MBG

Kamis, 10 September 2026 21:27 WIB
Kepala BGN Sudaryono (Foto: IG @sudaru.sudaryono)
Kepala BGN Sudaryono (Foto: IG @sudaru.sudaryono)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengumumkan telah mencoret 1.653 satuan pendidikan atau sekolah dari daftar penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.

Mayoritas sekolah yang dicoret itu merupakan sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional, dan sekolah-sekolah yang sudah mandiri finansial tanpa bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sudaryono menyebut pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar & Menengah dan Kementerian Agama, untuk mendata seluruh satuan pendidikan atau sekolah yang ada di Indonesia.

Baca juga : Good News: Susu Hewani Masuk Menu MBG, Ini 8 Poin Aturannya

"Dari total sekitar 580.000 satuan pendidikan yang terdiri dari sekolah-sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, dan sekolah keagamaan lainnya, lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan Program MBG," kata Sudaryono melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (10/9/2026).

"Artinya, masih ada sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima Program MBG," imbuhnya.

Sudaryono mengungkap, pihaknya menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapat Program MBG. Untuk menindaklanjuti permohonan tersebut, Sudaryono memastikan BGN akan melakukan investigasi terlebih dahulu. Baru setelah itu, BGN akan melayani Program MBG secara bertahap.

Baca juga : Setiap Rupiah Uang Rakyat Harus Jadi Asupan Bergizi dan Menyehatkan

"Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah yang berada di wilayah 3T: terdepan, terluar, dan tertinggal. Serta wilayah dengan angka stunting tinggi dan tinggi sekali," jelas Sudaryono.

Dia kemudian mencontohkan wilayah Maluku dan Papua. Saat ini, kedua wilayah tersebut memiliki 15.000 sekolah yang belum terakses Program MBG. 

"Kami akan segera membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tempat-tempat prioritas tadi, secara bertahap dan terukur. Sehingga, implementasi program aktivasi pembukaan dapur SPPG akan berjalan aman, efisien, dan tepat sasaran sebagaimana yang kita inginkan," pungkas Sudaryono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor