Dark/Light Mode

Imbas Virus Covid-19

KTT ASEAN Koreksi Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 15 April 2020 06:34 WIB
Retno Marsudi
Retno Marsudi

RM.id  Rakyat Merdeka - Negara-negara yang tergabung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN menyepakati pertumbuhan ekonomi ASEAN diturunkan menjadi 1 persen, dari 4,7 persen. 

Penurunan tersebut, karena banyaknya pemberhentian produksi di beberapa negara ASEAN. 

Termasuk Indonesia akibat pandemi virus corona. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi usai melakukan pertemuan KTT ASEAN yang digelar secara virtual, kemarin. 

KTT ini juga diikuti Presiden Jokowi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. 

“Vietnam menyampaikan bahwa economy growth (pertumbuhan ekonomi) ASEAN yang semula 4,7 persen harus disesuaikan menjadi 1 persen. Dan ini disepakati dalam pertemuan,” ungkap Retno, dalam keterangan pers, kemarin. 

Baca juga : Dampak Covid-19, Seri Pembuka FI di Prancis Gagal Maning

Retno mengatakan Menteri Luar Negeri Vietnam sebagai Ketua ASEAN Coordinating Council (ACC), juga melaporkan terdapat sekitar 235 kegiatan pertemuan di 10 negara ASEAN yang terpaksa ditunda, dimodifikasi, bahkan dibatalkan. 

Hal itu, karena berdasarkan data yang dipaparkan Menlu Vietnam, kasus positif corona di ASEAN telah mencapai 19.997 kasus dengan kematian sebanyak 884 per 13 April 2020. 

Pertemuan kali ini juga dikhususkan untuk membahas dua hal besar. Yaitu menyelesaikan permasalahan virus corona yang telah menghancurkan ekonomi banyak negara. Termasuk ekonomi ASEAN dan meningkatkan kerja sama. 

“Dalam pertemuan, para pemimpin ASEAN sepakat untuk mempunyai prinsip dan semangat kerja sama ASEAN dalam memberantas corona dan kerja sama mengatasi dampak corona terhadap bidang sosial dan ekonomi,” sambung Retno. 

Sebelumnya, Retno mengatakan, kalau mesin diplomasi ASEAN tetap berjalan di tengah mewabahnya virus corona. 

Baca juga : Wabah Covid-19 Jadi Bencana Nasional, MPR Kasih Jempol Langkah Jokowi

“Kita pastikan mesin ASEAN tidak terhenti di tengah pandemi. Kita terus bersatu tangani Covid-19 dan kita kerja sama dengan para mitra kita melalui mekanisme yang ada,” kata Retno. 

Indonesia juga sudah mengusulkan beberapa rekomendasi terkait pemberantasan corona dan mengatasi dampak corona ke ekonomi dan sosial negara ASEAN. 

Terkait upaya memerangi corona, Indonesia juga menekankan pentingnya implementasi hasil-hasil pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN. 

Indonesia mengusulkan agar pada saat KTT Khusus ASEAN terkait Covid -19, para pemimpin ASEAN dapat menginstruksikan mekanisme ASEAN terkait penyusunan protocol for cross-border public health responses. 

Rekomendasi lainnya, yaitu pentingnya komitmen untuk memastikan arus barang khususnya makanan, obatobatan dan peralatan medis. 

Baca juga : Duh, Trafik Penumpang AP I Anjlok 8,11 Persen

“Saya juga menegaskan pentingnya komitmen untuk memastikan arus barang, khususnya makanan dan kebutuhan pokok lainya obatobatan dan peralatan medis kita tekankan agar tidak mengalami hambatan,” ujarnya. 

ASEAN, lanjut Retno, juga perlu melindungi warga negaranya. Termasuk kelompok rentan khususnya pekerja migran. Dalam hal ini Indonesia juga mengusulkan protocol of movement of people within ASEAN Member States, sebagai salah satu langkah pemulihan pasca-pandemi. 

ASEAN juga perlu memperhatikan mandatory health protocols. Untuk mengamankan perekonomian, ASEAN juga dapat menjajaki penggunaan ASEAN Development Fund dan APT Cooperation Fund untuk membentuk ASEAN Covid-19 Response Fund. 

“Fund ini berguna untuk membantu negara anggota ASEAN dalam memastikan ketersediaan peralatan medis dan dapat dibuka untuk Mitra Wicara ASEAN,” tegas Retno. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.