Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Muktamar XXI IMM Digelar 21-23 Januari 2027 Di Kalimantan Selatan
- Weekend Career Class GSSD UI Dan Tazakka Ajak Anak Muda Rancang Karier Bermakna
- Kalapas Garut: Pengawasan Harus Cegah Masalah Pemasyarakatan Berulang
- Marc Klok Pede Persib Taklukkan Persik
- Riko Simanjuntak Pede PSS Sleman Curi Poin di Kandang Persebaya
2 Tahun Prabowo-Gibran, Indonesia Sukses Swasembada Beras dan Jagung
Minggu, 18 Oktober 2026 15:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatat capaian di sektor pangan. Dalam dua tahun pemerintahan, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dan jagung, setelah sebelumnya masih mengandalkan impor beras dalam jumlah besar.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, produksi beras nasional pada 2025 mencatat surplus hingga 4,2 juta ton. Capaian tersebut berbalik dari kondisi 2024, ketika Indonesia masih mengimpor 4,5 juta ton beras.
“Alhamdulillah, kita sudah berhasil. Ini untuk penguatan ekonomi di dalam negeri, kita sudah berhasil baru beras sama jagung,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas itu saat pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan sejumlah pejabat dan delegasi negara sahabat yang menghadiri pameran perdagangan internasional tersebut. Delegasi yang hadir berasal dari Timor-Leste, Mozambik, Kepulauan Solomon, Yunani, Myanmar, Rusia, Zimbabwe, dan Kamboja.
Menurut Zulhas, capaian swasembada pangan menjadi hasil awal dari kebijakan fundamental yang dijalankan pemerintahan Prabowo. Meski demikian, pemerintah masih memiliki sejumlah program strategis yang membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasil secara menyeluruh.
Baca juga : Bentuk Satgas P2BBL, Pemerintah Siap Berantas Penyelundupan Benih Lobster
“Dua tahun ini sudah ada yang berhasil, sukses sekali, ada yang dalam proses karena baru dua tahun. Program-program kebijakan ini kebijakan mendasar, kuat, fundamental dan berdampak luas, tidak mudah,” katanya.
Zulhas menjelaskan, pemerintah memprioritaskan tiga kebijakan utama untuk memperkuat sektor pangan nasional. Ketiganya meliputi kebijakan harga, pengadaan pupuk, dan pembangunan serta perbaikan irigasi.
Menurut dia, ketiga kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketersediaan pangan dalam negeri. Peningkatan produksi diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga pasokan beras nasional tetap surplus.
Perkuat Produktivitas dan Hilirisasi
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peningkatan produktivitas, optimalisasi pemanfaatan lahan, dan pengembangan hilirisasi untuk memperkuat pembangunan pertanian nasional.
Baca juga : Zulhas Siapkan 51.721 Hektare Untuk Pengembangan Kelapa
Amran menyampaikan hal tersebut saat berada di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (15/10/2026). Ia menilai, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi dan teknologi yang dapat diterapkan langsung untuk menjawab berbagai tantangan sektor pertanian.
Kolaborasi pemerintah dengan perguruan tinggi dinilai perlu diperkuat agar hasil penelitian dan pengembangan teknologi dapat mendukung peningkatan produksi pangan serta mempercepat pencapaian swasembada yang berkelanjutan.
“Pemerintah konsisten dalam memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan berkelanjutan,” jelas Amran.
Selain peningkatan produktivitas, Amran menyoroti pentingnya penataan penguasaan lahan dan optimalisasi pemanfaatannya untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Menurut dia, penertiban penguasaan lahan yang bermasalah merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kepentingan negara sekaligus memastikan lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Baca juga : Setelah Beras, Bawang Juga Ekspor: Sektor Pangan Membanggakan
“Penindakan terhadap penguasaan lahan bermasalah merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kepentingan negara. Ini tidak gampang,” pungkasnya.
Pemerintah berharap capaian swasembada beras dan jagung dapat menjadi fondasi untuk memperkuat kemandirian pangan nasional. Upaya tersebut akan dilanjutkan melalui peningkatan produktivitas, pembenahan infrastruktur pertanian, penguatan riset, serta optimalisasi pemanfaatan lahan agar produksi pangan semakin berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya