Dark/Light Mode

Bantu UMKM Terdampak Corona, Pemerintah Siap Gelontorkan Pembiayaan Baru

Kamis, 30 April 2020 15:16 WIB
Menteri Koperasi dan UMK Teten Masduki
Menteri Koperasi dan UMK Teten Masduki

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah telah menyiapkan stimulus berupa pembiayaan baru koperasi serta UMKM yang terdampak akibat Covid-19. Diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, hal itu telah disepakati dalam rapat terbatas yang dilakukan di Istana, pada Rabu (29/4).

Teten mengatakan, dalam stimulus fiskal, pemerintah berkomitmen membantu cashflow umum para UMKM. Bukan cuma itu saja, telah dilakukan pula relaksasi pembiayaan cicilan di lembaga pembiayaan. 

“Termasuk cicilan bunga kreditnya dibayarkan pemerintah, pajak dibayar pemerintah. Ada stimulus pembiayan baru dan kepada UMKM yang belum terhubung dengan yang belum mendapatkan bantuan,” jelas Teten dalam virtual konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/4).

Ia bilang, bantuan stimulus itu bukan hanya disalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tapi juga Badan Layanan Umum (BLU) yang ada. Seperti misalnya di Kemenkop dan UKM melalui BLU Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM.

Baca juga : Gandeng Merah Putih Foundation, PSSI Pers Salurkan 250 Sembako dan 100 APD

“Saat ini datanya ada sekitar 60 jutaan, malah kemungkinan ada overlap. Karena ada satu debitor di beberapa sumber pembiayaan,” ucapnya.

Saat ini diakui Teten, pemerintah masih kesulitan dalam mendata pelaku UMKM mana saja yang benar-benar merasakan dampak Covid-19. Terutama data berupa by name by address.

“Ada pula ultra mikro di bawah pinjaman Rp 10 juta, juga mau diusulkan menerima program bansos. Tapi kami kesulitan data detailnya, mana yang betul-betul dikategorikan masyarakat miskin baru. Yang ada data mentah. Makanya di ratas (rapat terbatas) Bersama Presiden Jokowi itu butuh data yang detail,” katanya.

Launching E-Learning

Baca juga : Pemerintah Siap Terima Kedatangan Pekerja Migran Kita

Untuk itu, dalam memperdayakan agar UMKM tetap bisa berkarya di saat pandemi, Kemenkop dan UKM juga menggenjot pelatihan online. Jumlahnya pun naik hampir 90 persen. 

Dari data salah satu marketplace saja lanjut Teten, permintaan seperti alat pelindung diri meningkat hingga 90 persen, hand sanitizer naik 80 persen, masker naik 90 persen, minuman herbal naik 200 persen, kebutuhan bahan pokok naik 350 persen.

“Dari situ bisa kita lihat, demand-nya ke UMKM itu masih ada, tak habis opportunity-nya. Bahkan bisa tumbuh. Nah pelatihan ini diarahkan supaya mereka bisa banting setir peluang bisnis baru dari bisnis mereka sebelumnya. Sudah banyak pelatihan yang dilakukan dari inisiatif masyarakat,” ungkapnya.

Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Arif Rahman menambahkan, dalam mengakomodasi kebutuhan itu, kementerian pun meluncurkan e-learning, di mana pelatihan kepada UMKM berbasis online.

Baca juga : Ini Syarat UMKM Dapat Keringanan Pembayaran Kredit

Menurut Arif, pelatihan ini menggunakan APBN yang nilainya di bawah Rp 400 juta. Program pelatihan yang dulu konvesional dialihkan menjadi berbasis online. “Jadi bukan baru. Ini merupakan pelatihan yang memang rutin dilaksanakan. Saat ini tidak ada penggolongan, first in first out, yang mendaftar dulu usaha mikro meski tak ada di zona merah,” jelasnya.

Pelatihan online ini lanjut dia, akan blending. Jadi tak cuma online tapi juga tetap ada yang sifatnya yang pelatihan tatap muka seperti vokasional misalnya di sektor pertanian dan perikanan.

“Kriterianya punya usaha mikro dan koperasi. Ke depan kita akan kembangkan untuk calon-calon wirausaha,” ujarnya.

Sementara untuk data base UMKM, ia mengaku sedang disempurnakan.” Memang belum by name by address, karena belum ada NIK, kami sedang koordinasikan dengan Kemendagri. Salah satu manfaat e-learning akan punya data baru pelaku UMKM maupun ultra mikro secara online,” pungkasnya. [DWI]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.