Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bantu UMKM, Pemerintah Luncurin Gerakan #BanggaBuatanIndonesia

Kamis, 14 Mei 2020 13:23 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah bersama para pelaku digital gerakan #BanggaBuatanIndonesia untuk memperkuat penjualan UMKM Tanah Air melalui e-commerce. Apalagi di tengah pandemi corona (Covid-19) penjualan melalui online jadi digemari.

"Gerakan ini bukan hanya acara sesaat saja, tapi akan menjadi gerakan berkelanjutan dan didukung oleh berbagai program penguatan UMKM sebagai pilar perekonomian nasional. Dan, ini akan jadi momentum kebangkitan produk-produk Indonesia,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Peluncuran Gerakan #BanggaBuatanIndonesia yang dibuka oleh Presiden Jokowi, di Jakarta, Kamis (14/5).

Berita Terkait : Mentan Canangkan Gerakan Tanam Padi Jagung Serentak Se-Indonesia

Airlangga mencontohkan, permasalahan produk pertanian yang menumpuk tidak terjual di pasar, sedikit banyak telah diatasi melalui pemanfaatan e-commerce. Peluang yang sama juga harus dimanfaatkan oleh UMKM.

Saat ini diperkirakan baru ada 8 juta UMKM, dari total 60 juta, yang tergabung dalam platform e-commerce. Padahal menurut hasil survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (2019), jumlah penduduk Indonesia yang sudah mengakses internet mencapai 171 juta tahun lalu. Potensi e-commerce Indonesia sendiri diprediksi mencapai 82 miliar dolar AS di 2025 (Google, Temasek, Bain & Co, 2019).

Berita Terkait : Pemerintah Kudu Sosialisasikan Lagi RUU Cipta Kerja

Di sini, pemerintah menyadari bahwa tidak semua UMKM sudah mengenal teknologi digital atau e-commerce. “Oleh karena itu, kami menyiapkan pelatihan bagi UMKM agar dapat menjalankan bisnis secara online. Berbagai konten pendidikan akan disediakan dan dapat diakses secara gratis,” ujar Airlangga.

Dia juga mengingatkan bahwa program pelatihan UMKM online ini bukanlah “obat manjur” yang seketika akan mampu meningkatkan penjualan. Tetapi, para pengusaha UMKM tetap perlu tekun dan konsisten dalam menjalankan usahanya. “Pelajari, coba terapkan, belajar dari komunitas, dan komunikasi dengan platform harus terus dilakukan sebagai proses pembelajaran,” imbuhnya.

Berita Terkait : Bantu UMKM di Tengah Covid-19, Pertamina Siap Gelontorkan Dana Kemitraan Rp 100 M

Dalam satu-dua tahun ke depan, interaksi sosial diprediksi tidak akan banyak berubah dari saat ini, yaitu dengan menjaga jarak fisik. Sehingga, kegiatan perekonomian akan banyak dilakukan secara less physical contact sebagai bagian dari the new normal.

Oleh karena itu, pelatihan online bagi UMKM bukan hanya untuk menjawab permasalahan saat ini, tetapi juga menjadi persiapan masa depan. [DIT]