Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Kementan Bantu Petani Durian Lakukan Inovasi Penjualan Via Online

Selasa, 28 April 2020 13:08 WIB
Durian (Foto: Istimewa)
Durian (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) membantu petani durian nusantara melakukan inovasi untuk pengembangan dan pemasarannya. Termasuk durian. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Kementan, Yasid Taufik, menerangkan, pihaknya akan turut memfasilitasi petani agar bisa memasarkan produknya di tengah pandemi Covid-19. Kementan telah bekerja sama dengan e-commerce untuk memasarkan berbagai macam produk hortikultura. Tak terkecuali durian.

"Jangan khawatir, masyarakat masih bisa mengkonsumsi durian segar bahkan langsung dari petaninya. Bisa lewat jalur media online, pasar tani maupun start-up yang telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Selain itu hilirisasi dalam bentuk olahan juga kita dorong,” ujar Yasid.

Salah satu yamg dibantu adalah Solihin (46), petani sekaligus entrepreneur durian. Solihin mengembangkan kebun agrowisata khusus durian di Dusun Pakis, Desa Songgon Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Kebun koleksi durian yang dinamai Likin Durian Agrotourism atau dikenal dengan Durian Garden Likin tersebut didesain sebagai tempat khusus untuk menikmati durian, dengan nuansa yang lebih alami. 

Baca juga : BUMN Farmasi Didesak Berantas Mafia Alkes

“Pengunjung bisa mendapatkan durian eksotik khas Banyuwangi langsung dari pohonnya dan menikmati di bawah pohonnya. Di kebun ada sekitar 31 pohon durian yang telah berusia di atas 50 tahun,” ujarnya.

Dia mengatakan, ketika pandemi Covid-19 terjadi, kunjungan langsung wisatawan ke kebun duriannya turun tajam. “Biasanya kalau kondisi normal per hari bisa datang 1.000 orang, sepi-sepinya ya 300 orang. Gara-gara Covid-19 ini, jauh berkurang lagi, hanya pengunjung lokal aja yang datang,” ujar Likin. 

Untuk menyiasatinya, Likin kini mulai memasarkan duriannya melalui layanan online delivery order atau pesan antar. Likin mencoba menawarkan durian Banyuwangi melalui jejaring media seperti grup-grup WA dan media sosial. Respons pasar cukup menggembirakan. “Tiap hari saya mengirimkan paket durian 100 hingga 200 kilogram ke berbagai daerah antara lain Jabodetabek, Sumatera, Kalimantan, Bandung bahkan sampai Papua,” ungkapnya. 

Baca juga : Bantu UKM Dan Nasabah, CIMB Niaga Tebar Diskon Belanja Online

Likin berupaya menjaga kualitas durian yang dijualnya sehingga tidak sembarangan memilih jasa pengiriman. “Durian yang saya jual rata-rata jatohan pohon. Sementara pengiriman hanya menggunakan jasa ekspedisi pesawat dari Bandara Blimbingsari Banyuwangi karena saya sangat mengutamakan kualitas. Paling pas kalau durian bisa dikonsumsi tidak lebih dari 6 jam abis panen,” terang Likin. 

Direktur Buah dan Florikultura, Ditjen Hortikultura, Kementan, Liferdi Lukman, menyatakan, pihaknya akan terus berupaya membantu petani buah agar tetap eksis di tengah pandemi Covid-19 ini. Saat ini permintaan buah-buahan secara umum mengalami peningkatan baik di dalam maupun luar negeri termasuk durian.

“Setiap tahun kita alokasikan kegiatan pengembangan durian melalui APBN dengan konsep kawasan korporasi berskala ekonomi. Sejak 2006 sampai 2019 tidak kurang dari 6.400 hektar.  Selain pengembangan kawasan produksi, Ditjen Hortikultura juga akan terus menata kebun-kebun yang sudah eksis," katanya.

Baca juga : Awas, Petahana Bisa Lakukan Abuse of Power dan Beli Suara

Berdasarkan data statistik BPS, produksi durian secara nasional mencapai 1.169.802 ton atau naik 27.707 ton (2,43 persen) dibanding tahun 2018. Sentra durian nasional terbanyak di Jawa Timur dengan produksi 289.334 ton, disusul Jawa Tengah 172.939 ton, Jawa Barat 94.183 ton, Sumatera Utara 90.105 ton, Sumatera Barat 62.564 ton, Banten 46.436 ton dan Sulawesi Selatan 45.729 ton. 

Khusus untuk Kabupaten Banyuwangi, sentra durian banyak ditemukan di Kecamatan Songgon, Kalipuro, Giri, Glagah, dan Sempu dengan produksi sekitar 2.280 ton per tahun. Hampir sepanjang tahun ada panen durian walapun dalam jumlah sedikit, namun panen raya biasanya terjadi pada bulan Februari hingga April. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.