Dark/Light Mode

Sambut New Normal, PUPR Hidupkan Kembali Program Sejuta Rumah

Kamis, 28 Mei 2020 16:23 WIB
Program sejuta rumah yang sempat terhenti akibat pandemi wabah corona.
Program sejuta rumah yang sempat terhenti akibat pandemi wabah corona.

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan pembangunan Prasarana, Saran dan Utilitas (PSU) diyakini dapat memacu pergerakan perekonomian dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 menuju tatanan hidup baru. 

Kebijakan The New Normal yang digagas Presiden Jokowi dapat menghidupkan kembali program satu juta rumah.  

“Kami berharap dengan The New Normal pelaksanaan pembangunan perumahan dalam Program Sejuta Rumah dapat berjalan kembali,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Penajaman Kegiatan Tahun Anggaran 2021 Ditjen Perumahan di Jakarta, Kamis, (28/05).

Baca juga : Ketua MPR: Sosialisasikan Protokol New Normal, Pertimbangkan Pelonggaran Rumah Ibadah

Khalawi meminta, para pegawai Ditjen perumahan, baik di pusat dan daerah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan protokol kesehatan dalam kegiatan New Normal. 

Meskipun pandemi Covid-19 belum bisa dipastikan kapan berakhir karena belum ditemukan vaksinnya, tapi Ia berharap seluruh pegawai dan pemangku kepentingan bidang perumahan harus yakin dan berdoa agar pandemi ini bisa berakhir.

“Program pembangunan perumahan bisa dilanjutkan untuk meminimalisir  dampak negatif Covid-19 di masyarakat. Kebijakan pelaksanaan program perumahan tetap berjalan dengan memperhatikan protokol Covid-19, ” terangnya.

Baca juga : Jokowi Ketar-ketir Ada Corona Kloter II

Untuk mendukung pelaksanaan tatanan hidup baru di sektor perumahan, Ditjen Perumahan akan mengoptimalkan Program Padat Karya yakni melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) untuk perumahan bersubsidi. 

Program Padat Karya Bidang Perumahan berdasarkan arahan Presiden dalam masa pandemi Covid -19 ini merupakan salah satu hal yang  dapat membangkitkan masyarakat dan mendorong perputaran uang di masyarakat. 

Program bantuan PSU dipadatkaryakan mengacu protokol Covid-19 dengan maksimal satu kelompok kerja lima orang.  Mitra kerja seperti pengembang siap untuk membantu pemerintah untuk memberikan lapangan kerja dan menampung masyarakat yang kena PHK agar bisa jadi tenaga padat karya. 

Baca juga : Antisipasi New Normal, Polri dan TNI Siagakan 340 Ribu Untuk Pengamanan

Ditjen Perumahan juga berharap ke Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan di provinsi untuk dapat mengoptimalkan peran Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL)  dan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di daerah masing-masing sehingga pengawasan teknis dan kesehatan para petugas tetap terjaga dengan baik. 

 “Adanya BSPS dengan total bantuan peningkatan kualitas rumah swadaya  senilai Rp  17,5 juta dan PB dengan nilai Rp 35 juta dengan pola padat karya maka pemilik rumah atau penerima bantuan bisa mendapatkan upah untuk menambah penghasilannya. Sedangkan dalam program pembangunan PSU pengembang dapat melibatkan masyarakat untuk bekerja dalam pelaksanaan pembangunan,” tandasnya. [FIK]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.