Dark/Light Mode

The New Normal Akan Dihidupkan

Jokowi Ketar-ketir Ada Corona Kloter II

Kamis, 28 Mei 2020 05:54 WIB
Presiden Jokowi (tengah) saat meninjau Summarecon Mall Bekasi untuk kesiapan New Normal didampingi Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) dan Kapolri Idham Azis, Selasa (26/5). (Foto: Jokowi)
Presiden Jokowi (tengah) saat meninjau Summarecon Mall Bekasi untuk kesiapan New Normal didampingi Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) dan Kapolri Idham Azis, Selasa (26/5). (Foto: Jokowi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah sudah bersiap menghidupkan the new normal alias tatanan kehidupan normal baru. Meski begitu, Presiden Jokowi ketar-ketir bakal ada gelombang virus corona kloter II.

Selasa kemarin, Presiden Jokowi meninjau stasiun MRT Bundaran HI dan Summarecon Mall Bekasi untuk melihat kesiapan penerapan the new normal. Pemerintah, kata Presiden, telah mengerahkan 340 ribu personel TNI dan Polri ke 1.800 objek di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota. Para aparat ini dikerahkan untuk memastikan masyarakat menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Berita Terkait : Presiden Jokowi Blusukan Ke Stasiun MRT Bundaran HI

Empat provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Gorontalo. Apabila pengerahan aparat itu efektif, akan diperluas ke daerah lain.

Kemarin, saat memimpin Rapat Kabinet Terbatas, Presiden memerintahkan para menteri di kabinet untuk mensosialisasikan the new normal kepada masyarakat. "Kalau ini, sosialisasi ini, betul-betul bisa kita lakukan secara masif, saya yakin kurva R0 (angka potensi penularan) dan Rt (angka reproduksi setelah intervensi) betul-betul bisa kita turunkan dan ini sudah kita lihat di beberapa provinsi bisa kita kerjakan," tutur Jokowi.

Berita Terkait : Angkasa Pura I Siapkan Pedoman Kesehatan Covid-19

Penerapan the new normal akan dimulai di beberapa provinsi, kabupaten dan kota yang memiliki R0 di bawah satu. Juga pada sektor-sektor tertentu yang dinilai bisa melakukan mengikuti tatanan baru itu.

Jokowi juga meminta pada menterinya mengecek kesiapan tiap daerah dalam mengendalikan virus corona. Untuk daerah-daerah yang kurvanya masih tinggi dan masih naik, Presiden sudah memerintahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Panglima TNI, dan Kapolri menambah bantuan pasukan di sana. Mereka diperintahkan memasifkan pengujian sampel, pelacakan yang agresif terhadap yang PDP maupun ODP, dan melakukan isolasi yang ketat. "Ini kita lakukan pada provinsi-provinsi yang kurvanya masih naik," tuturnya.

Berita Terkait : Antisipasi Skenario The New Normal, KAI Siapkan Protokol

Salah satu daerah yang kurva penularan coronanya masih naik adalah Jawa Timur. Selain Jawa Timur, Jokowi menyebut Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Papua, dan NTB sebagai daerah yang kurva penyebaran coronanya masih tinggi.

Yang juga disoroti Presiden adalah pengendalian arus balik mudik. Jokowi khawatir aktivitas itu akan menimbulkan gelombang kedua virus corona di Jabodetabek. "Ini penting untuk kita kendalikan agar tidak terjadi sirkulasi bolak-balik dalam penyebaran virus yang berpotensi untuk memunculkan gelombang yang kedua, utamanya di wilayah Jabodetabek," tegasnya.
 Selanjutnya