Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Jubir Covid: Jangan Ngobrol, Makan, dan Minum di Transportasi Umum
Selasa, 14 Juli 2020 16:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setiap harinya, kita masih berhadapan pada fakta mengenai tingginya jumlah kasus baru. Belakangan, angkanya selalu di atas 1.000. Bahkan, pada 9 Juli lalu, pecah rekor kasus baru dengan jumlah 2.657.
Baca juga : Angkasa Pura II Terapkan Protokol Kesehatan Di Semua Armada Transportasi Bandara
Terkait hal itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengingatkan masyarakat, agar senantiasa waspada. Penularan Covid-19 masih terus terjadi. Sebab, sebagian masyarakat masih belum menjalankan protokol kesehatan dengan baik.
Baca juga : APJI Luncurkan Panduan Pelayanan Bidang Makanan dan Minuman
Karena itu, Yurianto pun mewanti-wanti masyarakat agar selalu mengenakan masker, yang merupakan protokol kesehatan utama dalam situasi seperti ini. "Pilihlah masker yang nyaman. Sehingga, kita betul-betul bisa melindungi diri secara terus-menerus. Masker yang tidak nyaman, akan membuat kita sibuk memperbaiki letaknya. Menurunkan hingga ke dagu, menaikkan, dan seterusnya. Ini memungkinkan risiko penularan Covid yang lebih besar," imbau Yurianto.
Baca juga : Proyek Air Minum Di Jatim Dikebut
"Apabila Anda naik transportasi umum, selalu gunakan masker, jaga jarak, dan tidak berbicara. Jangan makan dan minum di dalam kendaraan umum, atau kereta," tegasnya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya