Dark/Light Mode

Pake Surat Berharga Syariah

Menhub Garap Pelabuhan Di Indonesia Timur

Senin, 24 Agustus 2020 14:59 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto : Istimewa)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) gencar melakukan pembangunan pelabuhan di Indonesia Timur. Laut dianggap bisa menjadi tulang punggung pendorong ekonomi nasional.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk mewujudkan itu Kemenhub mengandalkan pembiayaan melalui surat berharga syariah negara (SBSN) untuk melakukan pengembangan khususnya di sektor transportasi laut di kawasan Timur Indonesia.

Baca juga : Raline Shah Bicara Cinta Sejati Untuk Indonesia

BKS-sapaan akrab Budi Karya Sumadi menjelaskan, pembangunan pelabuhan dilakukan untuk mendukung program Tol Laut.

Dengan begitu, kapal komersial bisa menuju Kupang sehingga tol laut dapat tetap memastikan harga sembako terjangkau. Pelabuhan ini akan menjadi hub transportasi laut di NTT dan selatan Maluku.

Baca juga : Menag: Terus Bersatu Untuk Indonesia Maju

"Ada Pelabuhan Seba di NTT, Menara Suar di Tarakan, Kalimantan Utara melakukan intensifikasi tol laut. Jadi, tol laut upaya kami mengurangi disparitas harga di Indonesia timur dan melakukan pemerataan," katanya dalam acara webinar Kemenhub, Senin (24/8).

Eks Dirut Angkasa Pura ll ini mengungkapkan, di tahun ini total anggaran melalui SBSN Kemenhub mencapai Rp6,91 triliun dan rencananya pada 2021 anggaran yang bersumber dari SBSN mencapai Rp5,31 triliun.

Baca juga : Usai TC, Shin Tae-yong Beri Kabar Gembira Soal Kemajuan Timnas Indonesia

Penggunaan pembiayaan Kemenhub dari SBSN sudah dimulai sejak 2013 dengan besaran yang terus bertambah dari yang besarannya hanya Rp 800 miliar pada 2013, menjadi Rp1,37 triliun pada 2014, dan terus berlanjut hingga paling besar pada 2019 mencapai Rp 7,6 triliun.

Ia menegaskan, selalu melakukan optimalisasi untuk mewujudkan kemandirian maritim untuk Indonesia maju. Karena, dua pertiga bagian Indonesia merupakan lautan dan terdapat 40 persen arus kapal internasional yang melalui Indonesia. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.