Dark/Light Mode

BBH Bengkulu Hasilkan Benih Hortikultura Berkualitas

Jumat, 28 Agustus 2020 19:54 WIB
Salah satu unit kegiatan pembenihan yang dilakukan oleh Balai Benih Hortikultura (BBH)/Ist
Salah satu unit kegiatan pembenihan yang dilakukan oleh Balai Benih Hortikultura (BBH)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Keberhasilan usaha pertanian sangat ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya penggunaan benih. Penggunaan benih bermutu berkontribusi langsung terhadap produktivitas hasil pertanian. 

Kementerian Pertanian terus berkomitmen untuk menyediakan pangan berkualitas bagi rakyat, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkomitmen untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki termasuk kerja sama dengan pemerintah daerah demi mewujudkan stabilitas pangan nasional.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto juga menekankan pentingnya budidaya di tingkat petani sebagai cikal bakal penentu kualitas produk.

“Benih bermutu dengan viabilitas dan vigor yang baik sangat menentukan dalam keberhasilan suatu budidaya pertanian. Maka dari itu kita tekankan betul produksi benih bermutu dan penggunaan benih bermutu di tingkat petani,” ujar Anton, panggilan akrabnya.

Berita Terkait : Sukabumi Targetkan Ekspor Pisang Bajo Dalam Waktu Dekat

Atas dasar itu, maka pembangunan industri perbenihan yang maju dan modern menjadi perhatian serius. Kebijakan dan strategi di bidang perbenihan hortikultura juga semakin diselaraskan untuk memastikan bahwa benih-benih yang dihasilkan adalah yang bermutu. Salah satu kebijakan yang dikembangkan yaitu bahwa dalam pemenuhan kebutuhan untuk pengembangan kawasan hortikultura nasional, benih harus berasal dari produsen berkompeten. Produsen berkompeten ini termasuk  Balai Benih Hortikultura (BBH) yang tersebar di setiap provinsi.

“Dalam hal ini,  BBH berperan penting mendorong pengembangan industri perbenihan rakyat atau penangkar,” tegas Anton.

Dalam mendorong berkembangnya para penangkar benih, BBH berperan sebagai penyedia benih sumber/ entres untuk perbanyakan benih sebar dan juga sebagai mitra dalam pemenuhan benih, termasuk untuk pengembangan Kawasan.

“Ke depan kebutuhan benih khususnya benih buah-buahan akan disediakan oleh BBH” ujar Direktur Perbenihan Hortikultura Sukarman dalam kunjungan kerjanya di BBH Talang Aling Provinsi Bengkulu, Selasa (25/8).

Berita Terkait : Ditjen Hortikultura Gelar Rapid Test Guna Cegah Penyebaran Covid-19

Dalam kesempatan tersebut kembali ditegaskan bahwa Direktorat Jenderal Hortikultura akan terus melakukan akselerasi kegiatan pengembangan perbenihan termasuk di BBH Talang Aling  dan berharap BBH juga terus mendorong pengembangan varietas unggul lokal seperti Jeruk RGL sehingga dapat berdampak secara luas bagi masyarakat.

“Upaya revitalisasi BBH akan dilakukan lebih masif melalui perbaikan sarana prasarana BBH, penyediaan pohon induk dan perbaikan tata kelola BBH”, tambah Sukarman.

Untuk mendukung pengembangan komoditas jeruk sebagai salah satu prioritas nasional, kata Sukarman, secara khusus BBH Talang Aling Bengkulu diberi kepercayaan untuk memproduksi benih Jeruk Rimau Gergah Lebong (RGL).

Benih Jeruk RGL merupakan salah satu varietas jeruk unggulan nasional dan BBH Talang Aling Bengkulu memproduksi sebanyak 133 ribu batang. Ditargetkan benih jeruk tersebut mulai siap di salurkan pada Oktober 2020. Selain memproduksi jeruk RGL BBH Talang Aling juga memproduksi benih Durian Bentara yang merupakan varietas unggul dari Bengkulu sebanyak 22 ribu batang dan benih alpukat sebanyak 14.500 batang.

Berita Terkait : Lagi, Indonesia Ekspor Bawang Putih ke Taiwan

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBH Talang Aling Bengkulu Husni Mahfud menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan menyampaikan komitmennya untuk menghasilkan benih bermutu. Benih ini nanti siap disebarkan tidak terbatas hanya di wilayah Bengkulu tetapi juga ke seluruh nusantara.

“Untuk meningkatkan kapasitas produksi benh di BBH Bengkulu, kami berharap di tahun selanjutnya kegiatan perbaikan screen house dan pengadaan tambahan benih induk serta peningkatan kapasitas sumberdaya penggelola BBH dapat difasilitasi kembali oleh pemerintah pusat, “ ujar Husni. [KAL]