Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Jakarta Dan Jatim Jawara Penyebaran Covid

Presiden Warning Anies Dan Khofifah

Rabu, 2 September 2020 06:20 WIB
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi memberikan warning kepada kepala daerah yang angka penyebaran Covid-19 di wilayahnya masih tinggi. Kepala daerah itu diminta bekerja lebih keras lagi untuk menurunkan angka kematian di wilayahnya.

DKI Jakarta yang dikomandoi Gubernur Anies Baswedan masih jadi provinsi yang paling tinggi angka kasus positif corona. Diikuti Jawa Timur (Jatim), yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Jokowi menyampaikan warning terhadap para kepala daerah saat memberikan arahan kepada gubernur dalam rapat terbatas terkait penanganan Covid-19 di Istana Bogor, kemarin.

Jokowi mengatakan, angka penyebaran Covid-19 di Indonesia masih relatif terkendali. Namun, para gubernur yang di wilayahnya angka penyebaran masih tinggi diingatkan agar bekerja lebih keras lagi.

“Hati-hati untuk yang angkanya masih tinggi, saya minta gubernur betul-betul kerja keras dengan Gugus Tugas agar bisa ditekan angkanya,” kata Jokowi.

Baca juga : Ini Upaya PGN Tekan Penyebaran Corona Di Lingkungan Kerja

Menurut eks Wali Kota Solo ini, data kasus Covid-19 di setiap provinsi terus diperbarui setiap hari. Para gubernur harus membandingkan data tersebut dari hari ke hari untuk mengendalikan penyebarannya.

“Mari kita lihat jumlah kasus, kemudian jumlah sembuh dan jumlah meninggal semua angkanya. Datanya kita miliki harian,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima Presiden, per 31 Agustus 2020 terdapat kurang lebih 175 ribu kasus positif di Indonesia dari 2,23 juta pengujian yang telah dilakukan.

Namun, angka tersebut diikuti dengan tingkat kesembuhan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Pada April lalu misalnya, tingkat kesembuhan diketahui berada pada kisaran 15 persen dan pada Agustus meningkat drastis menjadi 72,1 persen.

Angka tingkat kesembuhan tersebut lebih tinggi dari rata-rata tingkat kesembuhan secara global yang hanya mencapai 69 persen.

Baca juga : Paksa Perusahaan Terapkan Kembali Kerja Dari Rumah

“Jumlah kasus aktif atau masih dalam perawatan juga menurun dari 77 persen pada bulan April menjadi sebesar 23,69 persen di bulan Agustus. Ini lebih baik dari rata-rata dunia yaitu sebesar 27 persen,” imbuh Jokowi.

Dia juga meminta para gubernur tak segan meminta bantuan ke pemerintah pusat maupun Satuan Tugas Covid-19 tingkat nasional apabila kesulitan untuk menangani penyebaran Covid-19.

“Kalau ada masalah-masalah yang memang pemerintah pusat harus bantu, sampaikan kepada kita di pemerintah pusat. Utamanya di komite dan gugus tugas kita,” pintanya.

Tapi, Jokowi mengingatkan harus berupaya keras untuk menangani pandemi tersebut. Utamanya untuk menurunkan tingkat kematian akibat virus corona jenis baru tersebut sekaligus agar tidak kehilangan kendali dalam penanganan penyebaran Covid-19.

“Kalau kita lihat dari perkembangan yang ada, untuk persentase kematian dari kasus positif tingkat nasional dari April angkanya tinggi. Kemudian menurun, menurun, menurun dan di Agustus sudah berada pada posisi 4,27 persen. Ini yang harus kita upayakan terus agar persentase kematian semakin hari semakin membaik,” tuturnya.

Baca juga : Bupati Purwakarta Larang Acara Hiburan Agustusan

Karena itu, Jokowi berpesan kepada seluruh jajarannya baik di pusat maupun daerah untuk bekerja lebih keras menangani pandemi beserta dampak kesehatan dan ekonomi yang ditimbulkannya.

Dari data per 31 Agustus 2020, jumlah kasus positif tertinggi berada di Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah 40.086 kasus. Sementara Jawa Timur yang sempat mendominasi jumlah kasus positif berada di urutan kedua dengan 33.543 kasus.

Kemudian secara berturut-turut ada Jawa Tengah yang berdasarkan data terbarunya angka kasus positif mencapai 15.205. Berikutnya Sulawesi Selatan 11.978 kasus dan Jawa Barat 11.063 kasus.

Jumlah kasus positif di Jakarta diketahui melonjak setelah libur panjang akhir pekan beberapa waktu lalu. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.