Dewan Pers

Dark/Light Mode

LABKES dan BPSDM Jawa Barat Jadi Pusat Penanganan Covid-19

Rabu, 7 Oktober 2020 19:06 WIB
Laboratorium Kesehatan pasien Covid-19 di Jawa Barat.
Laboratorium Kesehatan pasien Covid-19 di Jawa Barat.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Taskforce Jawa Barat mengunjungi beberapa fasilitas kesehatan yang mendukung penanggulangan Virus Covid-19. 

Selain RSP Dr H A Rotinsulu dan RS Santosa Kota Bandung, terdapat Laboratorium Kesehatan (Labkes) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) yang dipilih menjadi pusat Isolasi Mandiri Covid -19 di Jawa Barat. 

Dalam kunjungannya, Tim Taskforce menyerahkan 100 Alat Pelindung Diri (APD) kepada Labkes dan BPSDM. 

“Hingga saat ini, total jumlah sampel yang masuk ke Labkes mencapai 120.000 sampel,” ujar Kepala Seksi Mutu dan Pengembangan Labkes Jabar,  Rini Robiani di Jakarta, Rabu (7/10).

Berita Terkait : 35 Calon Muda Praja IPDN Positif Covid-19

Kepala Seksi Pelayanan Labkes Jabar, Isak Solihi menyampaikan, sampel yang masuk akan menunggu hasil sekitar 3-4 hari dengan positivity rate  5 - 10%, namun hasil tergantung tren kasus. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)  RSUD Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi menyebutkan, BPSDM sudah dialih fungsikan sebagai tempat isolasi mandiri. Kapasitas sekitar 190 kamar untuk pasien Covid-19. 

Sebanyak 771 pasien Covid-19 telah dirawat di BPSDM. Dari 190 kamar yang tersedia per tanggal 6 Oktober 2020 ini telah terisi 86 kamar. 

“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada pasien meninggal ataupun dirujuk kembali ke RS. Para petugas kesehatan pun tidak ada yang tertular dan  kami memberikan fasilitasi untuk para nakes  untuk melakukan swab 2 minggu sekali,” ujar Vini. 

Berita Terkait : Kembangkan SDM, Pegadaian Raih Penghargaan di Asia

BPSDM memiliki 2 tower untuk pasien Covid-19 dan beberapa bungalow yang digunakan untuk petugas.  

Pasien yang dinyatakan positif dapat memanfaatkan BPSDM untuk isolasi mandiri dan gratis dengan fasilitas 1 kamar 1 pasien, obat-obatan, dicek kesehatan, dapat konsultasi kesehatan jiwa dan dipantau selama 24 jam dan rekayasa lingkungan menggunakan ozon. 

Untuk dapat isolasi mandiri di BPSDM, pasein harus mendapat rujukan dari RSUD Al-Ihsan Jawa Barat dan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. 

Penerimaan pasien dibatasi pukul  07.00 WIB,  11.00 WIB dan 17.00 WIB agar tetap terkoordinasi dengan baik, dan pasien yang dirawat merupakan pasien yang tidak bergejala, ringan atau dari pemulihan yang berat. Jika pasien mengalami perburukan, maka petugas akan merujuk kembali ke RS tersebut.

Berita Terkait : Sowan ke Prof Haedar, Moeldoko Apresiasi RS Muhammadiyah Ikut Tangani Covid

Vini menerangkan, petugas BPSDM dalam 1  shift kerja terdapat 5 perawat dan 2 dokter serta petugas dari kesehatan lingkungan. 

Selain itu, untuk mengantisipasi penularan Covid -19 tentunya harus disiplin protokol kesehatan, seperti melepas dan memakai APD dengan hati-hati. 

“Kami telah melakukan pelatihan untuk pengambilan swab di Labkesda dan memberikan informasi terupdate mengenai Covid-19,” tandasnya. [DIR]