Dark/Light Mode

Satgas: Rapid Test Antigen Efektif Saring Corona Di Tempat Wisata

Minggu, 1 Nopember 2020 04:05 WIB
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah

RM.id  Rakyat Merdeka - Rapid test berbasis antigen menjadi alat tes paling tepat untuk melakukan pemetaan, terkait sejauh mana virus menulari orang. Khususnya, di destinasi wisata.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Dewi Nur Aisyah menjelaskan, rapid test adalah tools pendekatan. 

Paling tidak, kata dia, untuk menscreening orang-orang yang tengah pergi berlibur, apakah dalam kondisi sehat atau tidak. 

Dewi mengungkapkan, ada dua jenis rapid test. Pertama, rapid test antibodi. Kedua, rapid test antigen. 

“Yang paling bagus itu antigen, menunjukkan kondisi kita saat ini,” ungkapnya, Jumat (30/10) 

Alat tes berbasis antigen, lanjut Dewi, memiliki tingkat sensitivitas yang jauh lebih baik. Sehingga, kata dia, alat tes ini sangat dianjurkannya untuk dimanfaatkan oleh setiap pengelola tempat wisata. 

Baca Juga : Survei Populi, Eri-Armuji Kantongi Suara Pemilih Jokowi

“Kalau kita sedang terinfeksi, dia akan lebih reaktif dan akurasinya sampai 86 persen. Kalau bisa menggunakan rapid test antigen. Kalau tidak ada, mungkin yang awal banyak itu kan memang lebih ke antibodi, tapi akurasinya lebih rendah, hanya sekitar 40 persen,” jelasnya. 

Dewi menambahkan, penggunaan alat tes di tengah masa pandemi, jelas memiliki andil yang cukup vital. 

Dengan pengetesan, kata dia, petugas atau pengelola tempat wisata dapat menyaring wisatawan yang masuk, sehingga akan jauh lebih aman. 

“Ini bentuk pencegahan sebelum orangorang berkumpul, dan bertemu dengan yang kita enggak tahu kesehatannya baik atau tidak,” tutupnya. 

Netizen juga percaya pada rapid tes berbasis antigen ini, efektif memetakan penularan Covid-19. Kata Drpriono1, agar pandemi bisa terkendali, butuh alat tes yang mampu cepat mendeteksi orang pembawa virus. 

Tentu saja, kata dia, dengan biaya murah agar bisa dilakukan pada banyak orang dengan dugaan atau suspek. 

Baca Juga : Aktor Pemeran James Bond, Sean Connery Tutup Usia

“Tes Antigen itu pilihan untuk menapis dalam kegiatan Tes Lacak-Isolasi untuk putus rantai penularan,” ujarnya. 

Lukman pun mengajak netizen bersama mengatasi pandemi Covid-19. Caranya, dengan menggalang dukungan terselenggaranya uji cepat massal terhadap lebih banyak orang. 

“Mari bergandengan tangan dalam Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen  Untuk Indonesia,” ajak dia. 

Dr_koko28 mengungkapkan, akurasi rapid tes berbasis antigen mencapai 80 persen. Dia menjelaskan, rapid test antibodi menandakan tubuh pernah terpapar virus dan bereaksi membentuk antibodi. 

Untuk mengetahui virus itu ada dalam badan saat ini kita punya 3 modal: kultur, PCR (95%), rapid test antigen (akurasi 60-80%). 

“Rapid test Antibodi di Indonesia mending diganti dgn yang Antigen,” tegas Singgih_Sahid. 

Baca Juga : AP II Dorong Airport 4.0 Menjadi Basis Transformasi Terdepan

Menurut DedyGwu, test antigen bermanfaat untuk screening. Kata dia, Korea Selatan pada awalnya menggunakan tes antigen. 

Akurasinya bisa 90%++. Cocok untuk digunakan di airport atau pasar. “Tapi tetap wajib masker, meski hasil nonreaktif. Klo reaktif, langsung ciduk ke lab,” tuturnya. 

Klabangijo bersyukur, akhirnya ada perhatian untuk tes antigen. Kata dia, seandainya sejak Mei sudah dijalankan, mungkin sekarang tidak seribet ini. 

“Mei itu Kang @ridwankamil sudah bilang Jabar punya tes cepat antigen lho!,” ungkapnya. 

Topixfile mengatakan, rapid test berbasis antigen bisa menjadi pelengkap traveller saat hendak bepergian. Kata dia, bisa digunakan naik pesawat, kereta, dan masuk hotel bisa test. “Karena hasilnya cepet dan akurasi lebih ok dibanding antibody rapid,” ujarnya. 

Dinnah_ menegaskan, tes virus Corona yang cepat, bisa massal dan terjangkau baru rapid antibody ini. Indonesia, kata dia, manut apa kata WHO, bahwa baru akhir September Rapid Antigen diakui WHO. “Kita doakan semoga lekas diganti,” doanya. [ASI]