Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dapat Suntikan Rp 15 Triliun Dari Australia
Sri Mulyani Senang Banget
Jumat, 13 November 2020 06:29 WIB
Sebelumnya
Dia mengakui, situasi ini tidak mudah. Bagaimana meracik instrumen fiskal yang baik, di mana hampir semua sektor mengalami pelemahan yang luar biasa akibat pandemi. Apalagi, fiskal menjadi kebijakan yang sangat penting.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah menegaskan, sikap Sri Mulyani bukanlah asal utang. Sebab utang pemerintah dilakukan sesuai dengan keputusan dalam APBN, begitu juga Rp 15 triliun dari Australia. “Ini bagian dari strategi pembiayaan fiskal pemerintah. Utang tersebut sesuai kebutuhan dan juga masih dalam batas aman sebagaimana diatur Undang-Undang,” ujarnya, di jakarta, semalam.
Baca juga : Kita Harus Percaya RI Penting Bagi AS
Kata Piter, di masa pandemi, penerimaan negara jauh di bawah target. Sementara belanjanya, terus meningkat. jika tidak berutang, seluruh wajib pajak harus membayar pajaknya. juga, tidak ada lagi masyarakat yang mengharapkan bantuan pemerintah. “Utang tidak dilihat dari jumlah nominalnya, tetapi rasionya terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) yang sesuai Undang-Undang tidak boleh Lebih dari 60 persen dari PDB. Saat ini, utang Indonesia masih jauh di bawah 60 persen,” pungkas Piter.
Kemarin, jumlah kasus harian Covid-19 di Tanah air bertambah 4.173. Sehingga, total kasus terkonfirmasi positif kini berjumlah 452.291. Jumlah kasus baru sebanyak itu, diperoleh dari hasil uji PCR terhadap 42.165 spesimen, yang diperoleh dari 36.496 orang.
Baca juga : Pulang Dari Kroasia, Gelandang Muda Persija Senang Banyak Kemajuan
Untuk pasien sembuh, jumlahnya bertambah 3.102. Sehingga totalnya kini menjadi 382.084, dengan tingkat kesembuhan 84,5 persen.Sedangkan kasus meninggal dunia akibat Covid, naik 97 angka menjadi 14.933, dengan tingkat kematian 3,3 persen. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya