Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Jangan Sampai Ada Kerumunan
Tito Minta Kepala Daerah Proteksi Kegiatan Sekolah Tatap Muka
Jumat, 20 November 2020 19:18 WIB
Sebelumnya
Dalam hal ini, Dinas Kesehatan juga diharapkan dapat melakukan kegiatan testing di satuan pendidikan. Termasuk, pesantren dengan biaya dari pemerintah daerah.
Tak kalah penting, adalah sosialisasi juga diberikan kepada anak-anak dan orang tua.
"Harus dilakukan testing reguler dan peningkatkan kapasitas kesehatan. Terutama, fasilitas karantina di tiap-tiap daerah. Sehingga, bila ternyata ada klaster baru, karantina bisa dilakukan secepatnya," papar Tito.
Baca juga : Pemerintah Perketat Penerapan Protokol Kesehatan Jemaah Umrah
Ini artinya, Dinas Kesehatan di tiap daerah harus menyiapkan tempat karantina, sekaligus eningkatkan kapasitas untuk treatment rumah sakit yang ada di kabupaten/kota maupun provinsi.
"Kita harus mengantisipasi, jangan sampai nanti terjadi lonjakan kasus positif Covid dari kegiatan tatap muka ini," imbuhnya.
Terkait masalah dukungan anggaran, Tito meminta agar daerah yang kapasitas fiskalnya rendah dan berada di zona merah-oranye, diprioritaskan untuk diberikan bantuan.
Baca juga : Pemerintah Gelar Serap Aspirasi Sektor Perpajakan
“Kami menyarankan Kemendikbud dan Kementerian Kesehatan, agar dapat memberikan bantuan melalui mekanisme dana dekonsentrasi kepada gubernur, selaku wakil pemerintah pusat di daerah. Atau bisa langsung kepada bupati atau walikota, melalui mekanisme dana tugas pembantuan,” tandasnya.
Tito juga mengingatkan warga sekolah, untuk menghindari kegiatan kerumunan di lingkungan pendidikan. Terutama di bidang ekstrakurikuler seperti olahraga, kesenian maupun upacara. Penerapan protokol kesehatan 3M di lingkungan sekolah dengan memakai masker, mencuci tangan dengan air/hand sanitizer dan menjaga jarak pun tak boleh kendor.
“Jangan sampai terjadi kerumunan. Marena sudah sekian bulan tidak tatap muka, lalu terjadi euforia. Lepas kendali, terjadi pengumpulan kerumunan anak-anak-anak sehingga terjadi penularan,” pungkasnya. [DIR]
Baca juga : Bamsoet Ingatkan Semua Calon Kepala Daerah Terapkan Protokol Kesehatan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya