Dark/Light Mode

Satu Tahun Kerja, Mentan Minta Pertajam Program Yang Sudah Berjalan

Selasa, 27 Oktober 2020 17:56 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi para pejabat eselon I Kementan memotong tumpeng dalam Syukuran Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin di Auditorium Gedung Kementan, Jakarta, Senin, (26/10)/Humas Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi para pejabat eselon I Kementan memotong tumpeng dalam Syukuran Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin di Auditorium Gedung Kementan, Jakarta, Senin, (26/10)/Humas Kementan

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki satu tahun kinerja Kabinet Indonedia Maju, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan sinergitas dan kinerja sektor pertanian untuk meningkatkan perekonomian nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam acara Tasyakuran satu tahun Kementerian Pertanian Kabinet Indonesia Maju menyampaikan, momentum ini harus dijadikan pecutan untuk terus berakselerasi dan bekerja lebih keras lagi dalam memajukan sektor pertanian.

"Kita harus perkuat konsepsi dan pertajam program-program yang sudah berjalan," ujar Syahrul dalam Syukuran bersama yatim piatu di Auditorium Kementan, Senin (26/10).

Berita Terkait : Petani Milenial Konawe Selatan Raup Rp 20 Miliar Per Musim Tanam

Dalam kesempatan ini, Syahrul juga mengapresiasi seluruh perangkat fungsional Kementan dan kebijakan negara dalam melaksanakan tugasnya selama satu tahun. Menurutnya, keberhasilan yang dicapai selama ini tidak lepas dari peran eselon satu dan struktur berikutnya.

"Apa yang kita capai satu tahun ini adalah kerja keras kita semua. Saya tidak dapat berhasil tanpa bantuan dan kerja keras dari seluruh stakeholder yang ada," katanya.

Perlu diketahui, di masa kepemimpinan Mentan Syahrul, sektor pertanian menjadi penyumbang angka tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II sebesar 16,14 persen. 

Berita Terkait : Panen Padi Di Konawe Selatan, Mentan: Jadilah Pejuang Pertanian

Selain itu, Kementan juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 4 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Di sisi lain, Kementan terus mendorong kinerja ekspor melalui program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Tercatat pada periode Januari-Agustus, ekspor pertanian sebesar 8,82 persen dengan nilai mencapai Rp 258 triliun. Bahkan di bulan September, ekspor pertanian naik 20,84 persen.

"Kita tentunya tidak boleh puas dan ini harus menjadi tolak ukur bahwa dengan visi yang kuat dan misi yang kita kerjakan, pertanian bisa jauh lebih baik lagi dengan ada kebersamaan didalamnya," tutupnya. [KAL]