Dewan Pers

Dark/Light Mode

Soal Vaksin Covid-19, Erick Thohir Siapkan Strategi Komunikasi Publik

Sabtu, 5 Desember 2020 18:42 WIB
Menteri BUMN sekaligus Wakil Ketua IV dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir. (Foto: Instagram)
Menteri BUMN sekaligus Wakil Ketua IV dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri BUMN sekaligus Wakil Ketua IV dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menyiapkan strategi komunikasi publik terkait vaksin Covid-19 untuk mendukung keberhasilan vaksinasi. Dalam Konvensi Nasional Humas (KNH) 2020 secara virtual di Jakarta, Sabtu (5/12).

Ia mengatakan Kementerian BUMN selain bersiap untuk mendukung program vaksin mandiri bersama ekosistem kesehatan BUMN dan swasta, juga menyiapkan arsitektur sistem informasi. Pemerintah dikatakannya menjadikan elemen komunikasi publik sebagai kunci dari keberhasilan program vaksinasi dan vaksinasi mandiri.

Berita Terkait : Satgas Covid-19: Kasus Melonjak Karena Masyarakat Tak Disiplin

Sejauh ini KPCPEN pun melakukan sosialisasi kebijakan dan rencana untuk menghadirkan vaksin Covid-19 dan vaksinasi. "Strategi dan berbagai inisiatif komunikasi publik tengah dilakukan, tidak hanya menggunakan media arus utama, juga media sosial untuk narasi proaktif mau pun menangkal misinformasi," ungkap Erick.

Dalam menyampaikan informasi mengenai vaksin Covid-19, Erick mengatakan pihaknya melakukan sinergi pentahelix dengan melibatkan para gubernur, bupati dan wali kota serta merangkul tokoh agama, ahli, lembaga dan pengusaha.

Berita Terkait : Soal Restrukturisasi Jiwasraya, Erick Thohir Siap Tindak Lanjuti Putusan DPR

Ia pun menekankan pentingnya sistem informasi satu data yang mengintegrasikan data dan platform dari berbagai kementerian dan lembaga, mulai dari BPJS, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri hingga Kementarian Komunikasi dan Informatika.

Menurut Erick, satu data vaksinasi dapat mencegah timbulnya zona abu-abu atau munculnya oknum yang ingin menyalahgunakan vaksin untuk keuntungan sendiri.

Berita Terkait : Negatif Covid-19, Bupati Bogor Masih Wajib Isolasi Mandiri

Dalam satu data vaksinasi, ia menegaskan rahasia pribadi harus diproteksi oleh negara. "Semua hal ini, visi, lompatan, kebijakan, inovasi, solusi, manfaat dan dampak perlu dinarasikan dan dikomunikasikan kepada publik," pungkas Erick. [SRI]