Dark/Light Mode

Menteri LHK Berikan 10 Penghargaan Kalpataru Bagi Pejuang Lingkungan

Selasa, 22 Desember 2020 05:05 WIB
Menteri LHK, Siti Nurbaya memberikan sambutan di acara peringatan 40 tahun penghargaan kalpataru di Jakarta, Senin (21/12)
Menteri LHK, Siti Nurbaya memberikan sambutan di acara peringatan 40 tahun penghargaan kalpataru di Jakarta, Senin (21/12)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyerahkan 10 penghargaan  Kalpataru kepada tokoh dan kelompok masyarakat.

Mereka merupakan sosok yang dinilai berhasil dalam pelestarian lingkungan melalui prakarsanya sendiri.Penghargaan tahun ini dibagi ke dalam sejumlah kategori yaitu, perintis, pengabdi, penyelamat dan pembina serta penghargaan khusus.

“Kita bersyukur masih memiliki pejuang-pejuang lingkungan. Penerima penghargaan Kalpataru adalah tokoh penting dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan,” kata Siti di Jakarta Senin (21/12).

Siti menerangkan, selama 40 tahun pemerintah telah menganugrahkan 388 penghargaan Kalpataru.

Berita Terkait : Menperin Sesalkan Pembakaran Smelter Nikel Di Konawe

Menurutnya, Kalpataru memiliki nilai prestise yang tinggi di kalangan masyarakat Indonesia. Melalui Kalpataru, publik dapat melihat contoh nyata yang ditunjukkan oleh para pejuang Kalpataru di tingkat tapak.  Perannya memberikan dampak bagi keberlanjutan ekologi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Menteri LHK juga memberikan penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra kepada Kepala Daerah dan DPRD Tingkat Provinsi,  yaitu Juara pertama Provinsi Sumatera Barat, kedua Jawa Tengah dan ketiga, Jawa Barat. Ketiganya telah berperan aktif dalam pembangunan lingkungan hidup.

“Keberhasilan seorang kepala daerah ditopang oleh dua hal yaitu programnya didukung oleh DPRD atau legislatif, dan implementasi programnya dilaksanakan oleh birokrasi yang baik,” katanya.

Adapun penerima penghargaan Green Leadership untuk Kepala Daerah Tingkat Provinsi Kategori Peringkat Harapan adalah Kalimantan Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Berita Terkait : Dirgahayu ke 63, Pertamina Berikan Penghargaan Untuk Petugas SPBU

Sedangkan ketegori penghargaan Kalpataru yang diberikan. Kategori perintis, diraih oleh Zeth Wonggor, dari Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dan Sadikin dari Kabupaten Bengkalis, Riau.

Lalu,  di Kategori Pengabdi, didapat Wasito dari Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, dan Saraba Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara untuk kategori penyelamat diperoleh masyarakat hukum adat (MHA) Punan Adiu, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Komunitas Hatabosi (Haunatan, Tanjung Rompa, Bonan Dolok dan Siranap) Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, dan Bening Saguling Foundation Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan kategori pembina diberikan kepada Ida Ayu Rusmarini, MP dari Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Zofrawandi dari Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, dan RB Sutarno Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta.

Berita Terkait : Apresiasi Sektor IKM, Kemenperin Tebar Penghargaan Upakarti Dan IGDS

Penghargaan khusus dianugerahkan kepada kelompok pelestarian cendrawasih botenang sawendui kabupaten kepulauan yapen, Papua  dan Yal Yudian Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat

Sementara itu, Anggota Dewan Pertimbangan Penghargaan Kalpataru, Imam Prasodjo mengatakan, penerima penghargaan Kalpataru merupakan sosok yang luar biasa, karena mampu keluar dari zona nyaman untuk menemukan solusi melestarikan lingkungan.

“Mereka adalah sosok-sosok yang berani mendobrak pakem, menjadi pendorong tumbuhnya harapan positif di tengah situasi sulit ini. Kita sangat membutuhkan orang-orang seperti mereka di negeri ini,”ujarnya. [FIK]