Dark/Light Mode

Takut Gempa Susulan, Masjid Jadi Tempat Merawat Pasien Corona Di Sulbar

Senin, 18 Januari 2021 21:16 WIB
RSUD Sulawesi Barat (foto:Istimewa)
RSUD Sulawesi Barat (foto:Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Barat (Sulbar), dr Alief Satria memanfaatkan pelataran masjid menjadi tempat perawatan pasien Covid-19 di Sulbar, paska terjadinya bencana gempa magnitudo 6,2 pada, Jumat (15/1) . 

"Warga dan petugas kesehatan  khawatir terjadi gempa susulan. Sehingga mereka memanfaatkan masjid di samping RS Regional Sulbar untuk merawat pasien Covid-19, " ungkap dr Alief dikutip Antara, Senin `(8/1).

Berita Terkait : Basarnas: Korban Meninggal Dunia Jadi 49 Orang, 40 Di Mamuju, 9 Di Majene

Dr Alief menjelaskan, perawatan di luar rumah sakit dilakukan karena masih seringnya terjadi gempa susulan yang membuat pasien hingga petugas kesehatan (nakes) merasa takut dan trauma. 

Karena itu, Ia akan membangun tenda-tenda untuk isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 yang selama ini dirawat di rumah sakit. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, katanya, memungkinkan terjadi kluster baru."Kita persiapkan perawatan isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran Covid-19," kata dia.

Berita Terkait : Sempat Terputus Akibat Gempa, Jalur Darat Majene-Mamuju Kembali Pulih

Ia mengungkapkan, banyak fasilitas kesehatan mengalami rusak berat, nakes banyak yang trauma dan tidak bertugas. Ditambah obat-obatan sangat kurang.

Maka dari itu, dr Alief mengakui, bahwa kondisi pelayanan kesehatan di Sulbar belum bisa dioptimalkan."Sementara penanganan pasien Corona kita rawat di pelataran masjid samping RS Regional Sulbar  dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat," ujarnya. [FIK]