Dark/Light Mode

Gubernur Koster Jadi Yang Pertama Divaksin Covid-19 Di Bali

Jumat, 15 Januari 2021 00:06 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster saat disuntik vaksin Covid-19 oleh petugas vaksinator di Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster saat disuntik vaksin Covid-19 oleh petugas vaksinator di Bali.

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Bali, Wayan Koster menerima suntikan pertama vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), Sanur Kauh, Kota Denpasar, Kamis (14/1).

"Bapak Presiden Jokowi sudah memberikan contoh langsung dan teladan kepada masyarakat Indonesia, termasuk kita di Provinsi Bali, sehingga saya yakin vaksin ini sudah bisa diterapkan bersama dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19,” kata  Wayan 
saat memberikan sambutan pembuka dilaksanakannya secara resmi Vaksin Covid-19 di Provinsi Bali, Kamis (14/1).

Mantan Anggota DPR tiga Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan, Bali menjadi prioritas dalam penanganan Covid-19, karena Bali menjadi destinasi pariwisata dunia. 

Berita Terkait : Kongkow Usai Divaksin Covid, Raffi Ahmad Bakal Dipanggil Polisi

Untuk itu, Pemerintah sudah menyiapkan porsi yang cukup banyak vaksinnya untuk Bali dengan harapan besar Pandemi Covid-19 ini berakhir, dan kita bisa kembali melakukan upaya-upaya percepatan peningkatan ekonomi di Bali.

"Kita lihat semua pariwisata dan ekonomi Bali sangat terpukul akibat pandemi ini, sehingga kita berdoa agar pandemi ini berakhir, kegiatan vaksin berjalan lancar, masyarakat kita sehat, dan kita semua bisa kembali melakukan upaya-upaya percepatan peningkatan ekonomi di Provinsi Bali," ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya melaporkan bahwa tujuan dari vaksinasi Covid-19 ini untuk membentuk kekebalan kelompok, menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan, dan menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial, serta ekonomi.

Berita Terkait : Pemerintah Belum Izinkan Vaksinasi Covid-19 Mandiri

"Kami juga akan menyasar pemberian vaksin yang kepada Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang Faskes, termasuk TNI, Polri, Satpol PP, Guru, hingga aparat hukum,  dan pelaku ekonomi serta  menyasar masyarakat rentan (Lansia, red)," jelas Kadiskes Bali. 

Ketut menyatakan, untuk sasaran awal, pemberian vaksin ini akan dilakukan kepada orang yang berusia 18-59 tahun, dan berikutnya disusul oleh usia 60 tahun.

Sebagai penutup, Ketut menegaskan, pasca diberlakukannya kegiatan vaksinasi di Provinsi Bali ini, tenaga kesehatan yang terlebih dahulu akan mendapatkan vaksin Covid-19 ini.

Berita Terkait : Gatal Pasca Vaksin, Harus Segera Berobat

"Jumlahnya untuk di Kabupaten Badung mencapai 5.533 tenaga kesehatan yang siap menjalani vaksin, tenaga kesehatan di Kabupaten Gianyar mencapai 4.231, kemudian Kota Denpasar sebanyak 12.032 tenaga kesehatan yang siap menjalani vaksin," pungkasnya. [FIK]