Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Kasus Aktif Covid Mulai Turun, Tapi Lebaran Nanti Jangan Mudik Ya
Sabtu, 20 Februari 2021 18:06 WIB
Sebelumnya
Menkes mengatakan, strain virus Covid hasil mutasi, sudah muncul di tiga lokasi di dunia yaitu London, Afrika Selatan dan Brazil. Karenanya, Pemerintah melakukan pembatasan perjalanan/ pergerakan luar negeri, terutama dari dan ke negara tersebut. Indonesia memiliki kapabilitas untuk melakukan tracing mengenai mutasi virus ini.
Di awal Januari, Kemenkes kerja sama dengan Kemenristek/BRIN membangun jaringan 12 laboratorium, untuk koordinasi sampling dan testing terkait strain baru. Modelnya full genome sequencing atau partial genome sequencing.
Baca juga : Senang Boleh, Lengah Jangan
Setahun terakhir, sudah mengumpulkan 170 sampel. Ditambah 180 sampel baru yang dikumpulkan sejak Januari 2021.
“Selama satu setengah bulan terakhir ini kami mengumpulkan sampel lebih banyak dari jumlah yang dikumpulkan setahun,” katanya. Dan, dari hasil penelitian, sampai sekarang Indonesia belum menemukan ada virus strain mutasi, seperti yang berasal dari London, Afrika Selatan dan Brazil," papar Menkes.
Baca juga : Pemerintah Lakukan Evaluasi Cuti Bersama 2021 Pekan Depan
“Tapi, kami terus perbaiki frekuensi dan kualitas samplingnya untuk memastikan jala kita kita cukup rekat, untuk mengidentifikasi strain ini kalau ditemukan virus mutasi,” ujar Menkes. [Ratna Susilowati]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya